Produksi minyak berlebih pada wajah merupakan suatu hal yang menyebalkan dan membatasi Anda untuk memilih jenis tata rias dan kosmetik. Belum lagi komedo hitam dan jerawat yang datang karena kotoran dan debu terjebak dalam minyak dan menyumbat pori-pori. Sayangnya kita tidak dapat mengganti jenis kulit kita yang berminyak ini. Maka yang dapat kita lakukan adalah berusaha mengontrol produksi minyak pada wajah. Berikut beberapa langkah sederhana untuk melakukannya.

Area Rawan Minyak

Area T pada wajah
Area T pada wajah

Sebelum kita melihat cara-cara untuk mengurangi minyak pada wajah, kita perlu memahami area-area yang rawan kelebihan minyak. Dalam dunia kecantikan, ada istilah area T meliputi area dahi dan sekitar hidung. Area ini paling rawan mengalami kelebihan minyak dan otomatis rawan berjerawat dan muncul komedo pula. Maka Anda perlu memberi perhatian lebih pada area ini saat membersihkan wajah maupun menjalani beberapa langkah rekomendasi kami ini untuk mengurangi minyak pada wajah.

Bersihkan Pori-Pori

potongan buah sebagai penyegar alami wajah
potongan buah sebagai penyegar alami wajah

Menjaga supaya pori-pori bersih dan tidak tersumbat itu penting, guna memastikan tidak ada endapan minyak ataupun gumpalan debu yang terjebak dalam minyak. Untuk memastikan pori-pori Anda bersih, pilih sabun muka yang dirancang khusus untuk kulit berminyak dan memiliki ph seimbang. Cuci muka 3-4 kali dalam sehari terutama setelah bangun tidur karena selama Anda tidur kelenjar minyak tetap bekerja dan memproduksi minyak. Gunakan juga penyegar wajah setelah mencuci muka. Untuk penyegar ini Anda dapat membelinya di toko kosmetik ataupun membuatnya sendiri dari minyak peppermint yang dicampur  dengan air. Selain memberi sensasi dingin, penyegar ini berfungsi untuk mengunci pori-pori yang terbuka selama proses mencuci muka.

Untuk mengurangi munculnya peradangan kulit sebagai reaksi atas sabun ataupun penyegar, gunakan potongan buah ataupun sayuran sebagai penyegar alami wajah. Lemon dan jeruk bisa jadi alternatif terbaik. Tomat dan timun juga bisa digunakan untuk alternatif penyegar alami. Gosokkan secara lembut potongan buah dan sayuran tersebut pada wajah setelah Anda mencuci muka.

Scrub dan Penguapan

uap wajah untuk mengendalikan kadar minyak pada wajah
Uap wajah untuk mengendalikan kadar minyak pada wajah

Untuk membersihkan kulit wajah secara menyeluruh perlu sesekali Anda melakukan scrub. Contoh scrub alami yang berkhasiat untuk mengurangi minyak pada wajah adalah scrub almond. Campurkan almond yang sudah dihaluskan dengan madu dan gunakan untuk scrub wajah. Oleskan pada wajah (terutama area T) pijit dengan lembut dan diamkan 5 menit sebelum dibilas.

Untuk membantu mengontrol minyak di wajah, baik jika Anda melakukan penguapan untuk wajah. Siapkan air panas dalam baskom, gunakan handuk untuk menutupi kepala dan posisikan wajah Anda menghadap baskom tersebut supaya uapnya mengenai kulit wajah. Lakukan selama 2-4 menit.

Pilih Kosmetik Berbahan Dasar Air

Pilih kosmetik berbahan dasar air dengan hasil akhir matte
Pilih kosmetik berbahan dasar air dengan hasil akhir matte

Pilih kosmetik berbahan dasar air dan yang memiliki hasil akhir matte. Kosmetik berbahan dasar minyak tentu akan membuat muka semakin terlihat berminyak. Pun begitu dengan tampilan akhir glowing juga akan membuat muka Anda terlihat makin berminyak. Untuk menjaga tampilan riasan Anda, selalu sediakan tisu penyerap minyak di tas.

Konsumsi Sayur dan Air

Konsumsi Sayur dan Air
Konsumsi Sayur dan Air

Untuk memperkuat sistem hidrasi kulit secara alami, Anda perlu mengonsumsi cukup air. Minimal 8-10 gelas per hari. Ketika asupan air cukup, maka kadar minyak dalam kulit akan seimbang. Untuk mencukupi kebutuhan air dalam tubuh perbanyak juga konsumsi buah dan sayur. Selain kebutuhan cairan yang tercukupi, kebutuhan nutrisi dan serat Anda pun akan terjamin dengan Anda rutin mengonsumsi buah dan sayur.

Begitulah kebiasaan yang dapat mengurangi kadar minyak pada kulit wajah, terutama bagian area T dari sekitar dahi hingga hidung. Selain minim risiko alergi, kebiasaan ini juga akan berdampak pada kondisi kesehatan secara umum. Jadi tunggu apa lagi?