Pernah dengar tentang jenis nutrisi hetereotrofik ? Apa itu nutrisi heterotrofik? Jika Anda tidak mengetahui hal ini, ada baiknya Anda meluangkan waktu dan merekam manfaat nutrisi ini.

Mencerna Senyawa Organik dari Organisme Lain

Nutrisi heterotrofik adalah nutrisi yang diperoleh dengan mencerna senyawa organik yang terdapat pada tumbuhan atau jaringan hewan. Perlu diketahui, bahwa semua hewan dan tumbuhan non-hijau tidak dapat membuat makanan mereka sendiri; maka mereka bergantung pada orang lain secara langsung atau tidak langsung untuk suplai makanan mereka. Makhluk hidup inilah yang disebut heterotrof.

Mereka memecah senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana. Atau dengan kata lain, heterotrof harus bergantung pada sumber lain untuk kelangsungan hidup mereka. Bila mereka kekurangan klorofil, maka fotosintesis tidak terjadi.

Pada dasarnya, cara perolehan nutrisi heterotrofik dibagi lagi menjadi tiga kelompok yakni: Holozoik, Saprofitik dan Parasitis. Berikut penjelasan tentang kelompok ini :

1.Nutrisi Holozoik

Istilah Holozoik berasal dari Yunani, yang terdiri atas kata : holos’ berarti lengkap dan ‘zoon’ adalah binatang. Jenis nutrisi ini melibatkan konsumsi makanan dengan rongga mulut (pembukaan). Proses ini disebut ingesti.

Kelinci yang juga termasuk golongan herbivora juga adalah kategori nutrisi holozoik

Setelah dikonsumsi, partikel makanan dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana, proses ini kemudian disebut sebagai pencernaan. Akhirnya, nutrisi yang penting akan diserap oleh tubuh dan sebaliknya, bagian yang tidak diinginkan, tidak dicerna alias dihilangkan.

Proses pengeluaran sampah dari saluran pencernaan melalui anus didefinisikan sebagai egestion. Nutrisi holozoikum melibatkan semua proses termasuk konsumsi, pencernaan dan egestion.

2. Nutrisi Saprofitik

Kata Saprofitik juga berasal dari Bahasa Yunani, yang artinya :  ‘sapro’ berarti busuk sementara ‘phyto’ adalah tumbuhan. Nutrisi semacam ini melibatkan pemrosesan atau penguraian zat hijau busuk dan materi organik yang mati atau membusuk.

Saprophytes memiliki kecenderungan untuk menempel pada organisme yang telah mati seperti kayu, tanaman busuk, dan makanan basi.

Jamur adalah satu organisme yang masuk kategori Nutrisi Safrofitik

Beberapa organisme termasuk dalam nutrisi saprofit adalah jamur dan ragi. Proses pengolahan nutrisi ini terjadi karena adanya sekresi enzim tertentu yang dilepaskan untuk memecah makanan kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana.

Selanjutnya,  sisa olahan kemudian diserap kembali oleh saprophytes. Proses pencernaan ekstraseluler ini merupakan bagian integral dari nutrisi saprofit. Hal ini dapat diamati pada Neurospora atau proses pembuatan roti.

3. Nutrisi Parasitis

Parasit juga berasal dari Bahasa Yunani, yang akar katanya adalah : Para yaitu memberi makan dan ‘situs’ yang merujuk pada biji-bijian. Jadi Nutrisi Parasitis adalah jenis nutrisi heterotropik yang mana organismenya dikenal sebagai parasite,  hidup di permukaan tubuh atau di dalam tubuh jenis organisme lain (dikenal sebagai inang atau tuan rumah).

Misalnya, cacing tambang hidup di usus manusia dan meraih makanannya tanpa melalui proses menelan atau egestion. Keberadaan nutrisi ini didapat oleh organisme yang  organisme yang tidak memiliki kelengkapan organ bergantung sepenuhnya pada tubuh inangnya untuk mendapatkan makanan.

Cacing tambang adalah organisme nutrisi parasitis

Beberapa contoh paling umum dari organisme yang mendapatkan nutrisi ini adalah cacing pita, lintah, plasmodium, dan sebagainya.

Pada praktiknya, nutrisi parasitis melibatkan parasit yang tinggal dalam tubuh inang dan memberi makan melalui darah dan usus mereka sebagai nutrisi. Namun, kadang-kadang organisme memposisikan diri mereka berada di permukaan tubuh inang, seperti kulit lalu memperoleh nutrisi. Nah jenis ini disebut ektoparasit. Nyamuk dan lintah adalah contoh sempurna dari nutrisi parasitis di mana mereka menghisap darah sebagai nutrisi dari permukaan tubuh inang.

Jika dibagi berdasarkan nutrisi heterotrofik, hewan dan tumbuhan terbagi dalam ketiga kategori di atas.  Namun organisme juga dapat diklasifikasikan lebih lanjut sebagai herbivora, karnivora, omnivora, dan pemakan bangkai.

Nutrisi heterotrofik berbeda dari nutrisi autotropik. Organisme yang termasuk dalam kelas nutrisi heterotropfk secara ideal dikenal sebagai konsumen dalam ekosistem. Tidak seperti autotrof, heterotrof bergantung pada makhluk lain untuk kelangsungan hidup mereka dan membutuhkan makanan kompleks yang siap pakai sebagai nutrisi. Yang mana nutrisi tersebut berasal dari organisme serupa seperti hewan ataupun tumbuhan. (*)