Entah itu serbuk sari di musim semi atau debu di sekitar rumah Anda di musim dingin, setiap musim membawa serta pemicu alergi. Setiap pergantian musim mungkin menyambut Anda dengan serangan bersin dan batuk yang tak terkendali.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini? Baca terus untuk mengetahui beberapa pengobatan rumahan sederhana untuk menyembuhkan alergi debu.

Penyebab Alergi Debu

Alergi debu
Alergi debu

Tungau debu adalah penyebab utama alergi debu. Di bawah ini adalah beberapa penyebab lainnya:

  • Serbuk sari – Serbuk sari adalah zat tepung halus yang terdiri dari butiran serbuk sari. Itu adalah bagian alami dari pepohonan, bunga, dan rerumputan. Orang yang berbeda mungkin alergi terhadap berbagai jenis serbuk sari.
  • Kecoa – Kotoran kecoa dapat menyebabkan alergi pada beberapa individu saat terhirup. Partikel-partikel kecil ini sering bercampur dengan debu rumah tangga sehingga menimbulkan alergi.
  • Jamur – Jamur merupakan salah satu jenis jamur yang memiliki spora yang mampu melayang di udara. Spora ini juga dapat menyebabkan alergi.
  • Ragi – Ragi adalah sepupu dari jamur, dan Anda dapat mengalami pertumbuhan berlebih dari jamur yang disebut Candida albicans di usus Anda karena penggunaan antibiotik yang berlebihan. Jamur juga dapat menempati selaput lendir hidung dan sinus Anda, membuatnya teriritasi dan rentan terhadap alergi.
  • Bulu hewan – Hewan peliharaan adalah penyebab lain dari alergi. Serpihan kulit mereka (disebut bulu), urin, atau air liur merupakan alergen potensial, terutama bila dikombinasikan dengan debu.

Alergi debu sering kali disertai dengan bersin tanpa henti dan gejala seperti pilek. Tanda dan gejalanya dibahas di bawah ini.

Gejala Alergi Debu

gejala alergi debu
Gejala alergi debu

Gejala alergi debu yang paling umum adalah:

  • Pilek
  • Bersin dan terisak
  • Mata gatal dan merah
  • Gatal
  • Batuk dan mengi
  • Sesak napas
  • Sesak di dada

Meskipun sulit untuk membasmi tungau debu sama sekali, Anda dapat mencoba beberapa pengobatan rumahan yang akan membantu Anda mengatasi alergen secara efektif. Di bawah ini adalah beberapa pengobatan rumahan untuk alergi debu.

Pengobatan Alami untuk Menyembuhkan Alergi Debu

Alergi debu
Pengobatan alami untuk menyembuhkan alergi debu

1. Minyak Esensial Eucalyptus

Minyak atsiri kayu putih terbukti memiliki aktivitas tinggi melawan tungau debu rumah. Konstituennya bertindak sebagai agen biodegradable yang ramah lingkungan untuk mengendalikan tungau debu rumah.

Bahan-bahan:

3-4 tetes minyak esensial kayu putih

Langkah-langkah:

Tambahkan beberapa tetes minyak esensial eukaliptus ke dalam diffuser dan hirup uapnya.

Seberapa sering:

Lakukan ini 1-2 kali sehari.

2. Minyak Esensial Lavender

Minyak lavender memiliki sifat anti-inflamasi dan analgesik. Ini juga dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak dengan sifat penenangnya. Ini dapat membantu mengatasi gejala alergi debu.

Bahan-bahan:

2-3 tetes minyak esensial lavender

Langkah-langkah:

Taruh beberapa tetes minyak lavender ke dalam diffuser Anda dan hirup uapnya.

Seberapa sering:

Lakukan ini sekali sehari.

2. Madu Lokal

Madu lokal dan mentah sering kali mengandung sedikit serbuk sari lokal, yang dipercaya dapat membantu alergi debu. Ini terutama berguna bagi mereka yang memiliki alergi musiman karena konsumsi rutin serbuk sari dalam jumlah kecil melalui madu mentah dapat membuat seseorang kurang sensitif terhadapnya dari waktu ke waktu.

Bahan-bahan:

2 sendok teh madu mentah

Langkah-langkah:

Konsumsi dua sendok teh madu mentah.

Seberapa sering:

Lakukan ini 2 kali sehari.

3. Dehumidifier

Dehumidifier adalah perangkat yang menarik kelembapan dari udara, mengeringkannya, sehingga mencegah pemicu jamur. Alergi debu sering kali disebabkan oleh tungau dan jamur debu, yang keduanya tumbuh subur dalam kondisi lembab. Oleh karena itu, dehumidifier adalah pilihan terbaik Anda untuk meredakan alergi debu dan gejalanya.

4. Filter Udara

Filter udara juga berperan penting dalam menyaring dan memurnikan udara di sekitar Anda. Studi menunjukkan bagaimana filter ini, terutama yang tersedia saat ini dengan teknologi canggih, dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Semakin halus saringan filter, semakin kecil partikel yang dapat terperangkap. Menggunakan filter udara juga dapat membantu meringankan penyakit pernafasan alergi..

5. Cuka Sari Apel

Sifat anti-inflamasi cuka sari apel, bersama dengan sifat ekspektorannya, dapat membantu dalam mengobati alergi debu dan gejala seperti flu yang menyertainya. ACV juga memiliki sifat antimikroba yang dapat mencegah kejengkelan alergi. Ini adalah pengganti alami untuk antihistamin yang dibeli di toko yang digunakan untuk mengobati alergi debu. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan efek ini.

Bahan-bahan:

  • 2 sendok teh cuka sari apel
  • 1 gelas air hangat
  • Madu (opsional)

Langkah-langkah:

  1. Tambahkan dua sendok teh cuka sari apel ke segelas air hangat dan aduk rata.
  2. Anda juga bisa menambahkan sedikit madu untuk menambah rasa.

Seberapa sering:

Minum larutan ini 2-3 kali sehari.

6. Kunyit

Bumbu emas ini adalah salah satu solusi alami terbaik untuk mengobati alergi debu. Kunyit mengandung konstituen aktif yang disebut kurkumin yang berfungsi sebagai dekongestan alami. Ini juga bertindak sebagai antihistamin alami, yaitu mengurangi pelepasan histamin dalam tubuh, yang dapat memicu alergi. Selain itu, kunyit juga memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri yang dapat mencegah alergi Anda berubah menjadi infeksi.

Bahan-bahan:

  • 1/2 sendok teh kunyit
  • 1 cangkir susu
  • Sedikit merica
  • Madu (opsional)

Langkah-langkah:

  1. Tambahkan setengah sendok teh kunyit ke dalam secangkir susu.
  2. Biarkan mendidih sebentar di dalam panci. Susu rebus akan mengental.
  3. Tambahkan madu dan biarkan susu menjadi dingin.
  4. Minum ramuan ini.

Seberapa sering:

Lakukan ini minimal 2 kali sehari.

7. Lidah Buaya

Aloe vera memiliki sifat anti-inflamasi dan analgesik alami. Dapat membantu mengobati bengkak dan nyeri akibat alergi debu. Namun, tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung efeknya pada alergi debu.

Bahan-bahan:

1/4 cangkir jus lidah buaya

Langkah-langkah:

Minumlah seperempat cangkir jus lidah buaya.

Seberapa sering:

Lakukan ini 2 kali sehari.

8. Pot Neti

Semprotan garam adalah metode kuno untuk meredakan gejala hidung tersumbat dan iritasi. Neti pot tidak hanya membilas debu dan jamur yang terperangkap, tetapi juga mengurangi kemacetan dan membantu mengendalikan peradangan dan pembengkakan yang disebabkan oleh alergi debu.

Bahan-bahan:

  • Sebuah neti pot
  • Air garam

Langkah-langkah:

  1. Isi neti pot Anda dengan air asin. Rasionya adalah ½ sampai 1 sendok teh garam dengan dua cangkir air hangat. Menambahkan ¼ sendok teh soda kue per cangkir dapat mencegah garam mengeringkan selaput lendir.
  2. Bungkukkan badan ke atas wastafel dengan satu telinga sejajar dengan wastafel dan masukkan neti pot spout ke dalam salah satu lubang hidung. Tuang setengah larutan ke dalam satu lubang hidung.
  3. Air asin secara otomatis akan mengalir dari lubang hidung lainnya.
  4. Masukkan cerat ke lubang hidung lainnya dan ulangi prosesnya.

Seberapa sering:

Lakukan ini 2-3 kali sehari.

9. Vitamin

Vitamin C dikenal luas karena potensi antioksidannya. Suplementasi vitamin C dapat membantu mengobati debu dan alergi musiman. Ini karena tidak hanya mencegah pelepasan histamin tetapi juga membantu mempercepat kerusakannya. Peningkatan kadar histamin diketahui menyebabkan reaksi alergi yang ekstrem.

Diet kaya buah jeruk dan sayuran berdaun hijau akan meningkatkan asupan vitamin C harian Anda. Anda juga dapat memilih suplemen tambahan dengan dosis sedang 500 mg hingga 1.000 mg per hari setelah berkonsultasi dengan dokter.

10. Teh Peppermint

Studi pada tikus menunjukkan bahwa peppermint memiliki sifat anti-inflamasi dan dekongestan. Ini mengandung minyak atsiri yang disebut mentol yang naik ke sinus dan bertindak sebagai dekongestan alami, memberikan bantuan langsung dari bersin, mengi, dan pilek. Ini dapat membantu meredakan gejala alergi debu.

Bahan-bahan:

  • 1 sendok teh daun peppermint kering
  • 1 cangkir air panas
  • Madu

Langkah-langkah:

  1. Tambahkan satu sendok teh daun peppermint kering ke dalam secangkir air panas dan biarkan mendidih selama 10 menit.
  2. Saring teh dan biarkan agak dingin.
  3. Tambahkan madu ke dalamnya.
  4. Minum.

Seberapa sering:

Anda bisa minum teh peppermint 2 kali sehari.

Sebagian besar solusi yang dibahas di atas tidak berbahaya, tetapi kemanjurannya perlu ditetapkan melalui penelitian. Karena sebagian besar penelitian telah dilakukan pada hewan, hasil yang sama mungkin tidak terjadi pada subjek manusia.

Tidak ada yang suka mengalami alergi debu, karena gejalanya yang melelahkan dan menjengkelkan. Oleh karena itu, lebih baik untuk menjaga ruangan Anda bebas dari debu. Jika gejalanya bertahan lebih dari seminggu, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Dalam kebanyakan kasus, pengobatan ini atau obat bebas dapat membantu.