Ketika kamu memakan sisa makanan atau makan sembarangan di pinggir jalan yang tidak higienis, kamu mungkin baru menyadari bahaya saat kamu jadi sering ke kamar mandi. Dan mungkin kamu juga mulai mual, muntah, dan diare. Saat itulah kamu menyadari bahwa kamu telah keracunan makanan dan mulai mencari pengobatan untuk mengobatinya.

Jangan khawatir, kami punya yang solusinya! Dalam artikel ini, kami telah mencantumkan bahan-bahan rumahan untuk mengobati keracunan makanan secara alami.

Apa yang dimaksud Keracunan Makanan?

Ketika mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi, kadaluarsa, atau beracun, zat di dalamnya dapat menimbulkan reaksi penolakan di tubuhmu. Biasanya ditandai dengan mual, muntah, dan diare.

Tanda-Tanda dan Gejala

Keracunan makanan hampir tidak terdeteksi karena gejala-gejalanya seperti:

  • Nyeri perut atau kram
  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam
  • Lelah dan lesu
  • Sakit kepala

Sebagian besar kasus keracunan makanan disebabkan karena salah satu faktor yang tercantum di bawah ini.

Apa Penyebab Keracunan Makanan?

Penyebab keracunan makanan yang paling umum adalah:

Bakteri

Salmonella merupakan penyebab paling umum keracunan makanan. Campylobacter dan C. botulinum adalah bakteri lain yang terbukti sangat mematikan.

Virus

Norovirus juga dikenal sebagai virus Norwalk, dan telah menjadi penyebab 19 juta kasus keracunan makanan setiap tahun. Virus lain yang kurang umum yang dapat menyebabkan keracunan makanan adalah sapovirus, rotavirus, dan astrovirus. Virus Hepatitis A juga dapat ditularkan melalui makanan.

Parasit

Keracunan makanan yang disebabkan oleh parasit kurang umum tetapi dapat terbukti cukup fatal. Toxoplasma adalah parasit yang paling sering menjadi penyebab keracunan makanan, dan ditemukan dalam kotak kotoran kucing. Parasit dapat tetap tidak terdeteksi selama bertahun-tahun, tetapi pada orang dengan kekebalan yang lemah, mereka dapat menyebabkan efek samping yang serius. Wanita hamil beresiko tinggi keracunan makanan oleh parasit.

Keracunan makanan harus ditangani sebelum berubah menjadi mengancam jiwa. Jika kamu memiliki keracunan makanan, cobalah salah satu cara yang tercantum di bawah ini untuk mempercepat pemulihanmu.

Bahan Rumahan untuk Memulihkan Keracunan Makanan

1. Cuka Apel

Keracunan Makanan
Cuka Apel

Bahan-Bahan

  • 1-2 sendok makan cuka apel
  • 1 gelas air hangat

Langkah-Langkah

  1. Tambahkan satu hingga dua sendok makan cuka apel ke segelas air.
  2. Aduk rata dan segera konsumsi.

Anjuran Konsumsi

Konsumsilah minuman ini 2 – 3 kali sehari.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Sifat-sifat antibakteri cuka sari apel sangat efektif terhadap bakteri patogen bawaan makanan seperti Escherichia coli. ACV juga merupakan sumber mineral dan enzim yang kaya yang dapat membantu menstabilkan tubuhmu setelah serangan keracunan makanan

2. Minyak Esensial

a. Minyak Oregano

Keracunan Makanan
Minyak Oregano

Bahan-Bahan

  • 1 tetes minyak oregano
  • 1 gelas air.

Langkah-Langkah

  1. Tambahkan setetes minyak oregano ke segelas air dan aduk rata.
  2. Segera minum.

Anjuran Konsumsi

Minumlah 1 sampai 2 kali sehari sampai gejalanya membaik.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Minyak esensial Oregano dapat bekerja secara ajaib dalam mengobati keracunan makanan. Ini mengandung senyawa seperti carvacrol dan thymol yang memberi sifat antimikroba yang sangat baik untuk keracunan dan membantu menghilangkan zat penyebab keracunan makanan.

b. Minyak Thyme

Keracunan Makanan
Minyak Thyme

Bahan-Bahan

  • 1 tetes minyak thyme
  • 1 gelas air.

Langkah-Langkah

  1. Tambahkan setetes minyak thyme ke segelas air.
  2. Aduk rata dan langsung minum.

Anjuran Konsumsi

Minum larutan ini 1 hingga 2 kali sehari.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Minyak Thyme mengandung senyawa seperti timol, carvacrol, dan linalool yang memiliki sifat antimikroba dan antiparasit. Zat ini efektif dalam menghadapi berbagai zat berbahaya dalam makanan.

3. Madu dan Jahe

Keracunan Makanan
Madu dengan Jahe

Bahan-Bahan

  • 1 hingga 2 inci jahe
  • 1 cangkir air
  • Madu

Langkah-Langkah

  1. Tambahkan jahe dalam secangkir air dan didihkan dalam panci.
  2. Didihkan selama 5 menit dan saring.
  3. Biarkan teh dingin sedikit sebelum menambahkan madu ke dalamnya.
  4. Segera konsumsi.
  5. Kamu juga bisa mencampur beberapa tetes sari jahe dengan madu dan mengkonsumsinya.
  6. Alternatif lainnya kamu dapat mengunyah potongan kecil jahe.

Anjuran Konsumsi

Minumlah setidaknya tiga kali setiap hari sampai gejala mereda.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Jahe adalah obat yang umum digunakan untuk berbagai penyakit. Ini mengandung senyawa yang disebut gingerol yang memiliki sifat antimikroba dan membantu melawan patogen bawaan makanan. Jahe juga dapat meningkatkan penyerapan nutrisi penting yang dapat membantu pencernaan, dan efek ini berlipat ganda ketika digunakan dalam kombinasi dengan madu. Madu mempunyai sifat antimikroba dan pencernaan yang dapat mempercepat pemulihanmu. Jahe dan madu juga meredakan mual dan muntah yang merupakan gejala umum keracunan makanan.

4. Bawang Putih

Keracunan Makanan
Bawang Putih

Bahan-Bahan

  • 2-3 siung bawang putih kupas

Langkah-Langkah

  1. Kunyah pada siung bawang putih.
  2. Sebagai alternatif, kamu dapat mencincang beberapa bawang putih dan mengonsumsinya dengan madu.

Anjuran Konsumsi

Konsumsilah bawang putih setidaknya sekali sehari sampai gejala berakhir.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Bawang putih memiliki sifat antibakteri, antiviral, dan antijamur yang kuat yang dapat membantu menghancurkan patogen bawaan makanan. Juga dapat meredakan diare dan sakit perut.

5. Ekstrak Biji Grapefruit

Keracunan Makanan
Ekstrak Biji Grapefruit

Bahan-Bahan

  • 8-10 tetes ekstrak biji grapefruit
  • 1 gelas air.

Langkah-Langkah

  1. Tambahkan beberapa tetes ekstrak biji grapefruit ke segelas air dan aduk rata.
  2. Konsumsi larutan ini setiap hari.

Anjuran Konsumsi

Minumlah tiga kali sehari selama 3 hingga 5 hari.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Ekstrak biji Grapefruit berasal dari biji anggur utuh. Ekstrak ini mengandung polifenol yang disebut proanthocyanidins oligomer (OPC) yang memiliki sifat antimikroba dan antioksidan.

6. Sari Lemon

Keracunan Makanan
Lemon

Bahan-Bahan

  • 1/2 lemon
  • 1 gelas air
  • Madu (Sesuai Selera)

Langkah-Langkah

  1. Peras lemon dan campurkan dengan segelas air.
  2. Tambahkan madu sesuai selera dan langsung minum.

Anjuran Konsumsi

Kamu dapat meminum jus lemon 2 hingga 3 kali sehari.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Jus lemon adalah sumber antioksidan dan meningkatkan proses pemulihan tubuhmu. Lemon menunjukkan aktivitas bakterisida yang luar biasa yang dapat membantu memerangi bakteri patogen yang menyebabkan keracunan makanan. Jus lemon juga membantu pencernaan menjadi lebih baik.

7. Basil

a. Basil dan Madu

Keracunan Makanan
Basil

Bahan-Bahan

  • Basil
  • Madu

Langkah-Langkah

  1. Petik daun-daun basil kemudian ekstrak sarinya.
  2. Campur satu sendok teh madu dengan satu sendok teh ekstrak basil dan segera minum!
  3. Atau, kamu juga bisa menambahkan setetes minyak basil ke secangkir air dan mengkonsumsinya.

Anjuran Konsumsi

Minumlah larutan ini 3 sampai 4 kali sehari.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Basil adalah ramuan lain yang dikenal untuk membunuh patogen bawaan makanan dengan sifat antimikroba yang sangat baik. Basil juga bisa menenangkan perutmu dan mengurangi gejala yang terkait dengan keracunan makanan.

b. Basil dan Kapulaga

Keracunan Makanan
Kapulaga

Bahan-Bahan

  • 3-4 basil (tulsi)
  • 1 kapulaga (elaichi)

Langkah-Langkah

  1. Kunyah daun basil bersama dengan kapulaga.
  2. Atau, kamu dapat mencampur ekstrak basil dengan bubuk kapulaga dan mengonsumsi satu sendok teh.

Anjuran Konsumsi

Kamu harus mengkonsumsi ini segera setelah kamu mengalami keracunan makanan.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Sifat antimikroba dari Basil membantu menghilangkan mikroba yang menyebabkan keracunan makanan. Kombinasi Basil dan Kapulaga sangat membantu dalam mengurangi muntah dan mual.

8. Vitamin C

Keracunan Makanan
Vitamin C

Bahan-Bahan

1000 mg suplemen vitamin C

Langkah-Langkah

Masukan konsumsi 1000 mg suplemen vitamin C pada dosis harian.

Anjuran Konsumsi

Kamu dapat terus menggunakan 3 hingga 4 kali sehari ini jika gejalamu tidak membaik setelah perawatan awal.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Vitamin C kaya antioksidan, dan membantu menghilangkan bakteri dan racun dari tubuhmu. Oleh karena itu, asupan vitamin C akan membantumu mengelola gejala keracunan makanan dengan lebih baik. Jika kamu tidak mau mengonsumsi suplemen tambahan, kamu bisa meningkatkan konsumsi makanan kaya vitamin C.

9. Pisang

Keracunan Makanan
Pisang

Bahan-Bahan

  • Pisang

Langkah-Langkah

  1. Konsumsilah pisang setiap hari.
  2. Kamu juga bisa memadukan pisang dengan susu dan mengonsumsinya setiap hari.

Anjuran Konsumsi

Konsumsi buah luar biasa ini 2 hingga 3 kali sehari.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Pisang kaya serat dan kalium. Buah ini mengisi kembali potasium yang hilang di dalam tubuhmu, yang, pada gilirannya, kembali memberi energi kepadamu dan membantu meringankan gejala keracunan makanan.

Setelah kamu berhasil memerangi keracunan makanan menggunakan obat-obatan ini, kamu harus berhati-hati tentang apa yang kamu makan dan minum. Berikut ini daftar makanan dan minuman yang bisa kamu konsumsi pasca keracunan.

Apa Makanan dan Minuman Pasca Keracunan Makanan?

Pertama dan terpenting, kamu tidak boleh makan atau minum apa pun selama beberapa jam setelah mengalami gejala keracunan seperti muntah dan diare.

Setelah beberapa jam, kamu dapat mulai mengonsumsi makanan / minuman berikut untuk mengatasi kelemahan:

  • Minuman olahraga yang mengandung elektrolit untuk menjaga diri terhidrasi dengan baik.
  • Kaldu.
  • Makanan netral yang lembut di perutmu seperti pisang, sereal, putih telur, dan oatmeal.
  • Diet BRAT yang terdiri dari pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang.

Sekarang setelah kamu tahu apa yang harus dikonsumsi setelah kamu menderita keracunan makanan, mari kita lihat makanan / minuman yang perlu kamu hindari.

Jangan Makan Ini!

Berikut daftar makanan yang kemungkinan besar menyebabkan keracunan. Selain itu, kamu harus menghindari makan atau minum apa pun yang menimbulkan reaksi pada tubuh.

  • Alkohol
  • Kafein
  • Makanan pedas
  • Produk olahan susu
  • Makanan yang berlemak atau digoreng
  • Nikotin
  • Makanan Olahan

Kasus keracunan makanan ringan sampai sedang dapat dengan mudah di rumah jika kamu mengikuti solusi dan tips yang dibahas dalam artikel ini. Namun, kasus yang parah mungkin memerlukan perhatian medis.

Kapan Saatnya Kita Harus ke Dokter?

Kamu harus segera mengunjungi dokter jika:

  • Mengalami diare yang berlanjut selama berhari-hari
  • Memiliki demam tinggi
  • Mengalami kesulitan berbicara
  • Penglihatan menjadi buruk
  • Menunjukkan gejala dehidrasi berat.
  • Terdapat darah pada urin

Keracunan makanan dapat terjadi pada siapa saja kapan saja. Jadi, jika kamu telah berakhir dengan masalah ini, ikuti salah satu solusi di atas untuk mencegah kondisimu memburuk. Dan jika sepertinya tidak membantu, segera kunjungi dokter.

Jawaban Pakar Untuk Pertanyaan Pembaca

T: Apakah obat terbaik untuk keracunan makanan?
J: Sebagian besar kasus keracunan makanan ringan dan dapat dengan mudah diobati dengan menggunakan pengobatan rumahan dan menjaga diri terhidrasi. Gunakan jahe atau cuka sari apel untuk pertolongan darurat.

T: Berapa lama keracunan makanan bertahan?
J: Ada lebih dari 250 jenis keracunan makanan, yang disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, durasi tergantung pada penyebab keracunan, jumlah makanan yang terkontaminasi masuk ke tubuhmu serta tingkat keparahan gejala. Kasus keracunan makanan ringan biasanya berlangsung selama satu atau dua hari.

T: Apakah keracunan makanan membuatmu demam?
J: Ya, demam ringan adalah salah satu gejala keracunan makanan. Kasus keracunan makanan yang parah diketahui menyebabkan demam tinggi.