Senna merupakan ramuan dengan khasiat ampuh. senna adalah tumbuhan yang daun dan buahnya digunakan untuk membuat obat. Peran utamanya adalah sebagai pencahar, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa bila digunakan dalam dosis yang tepat, dapat membantu dalam pengobatan sembelit.

Penelitian tentang senna saat ini sedang berlangsung untuk memahami manfaat utama dari senna. Meskipun pengobatan tradisional telah menggunakan senna untuk meningkatkan kesehatan saluran cerna, tampaknya belum ada bukti nyata yang menjelaskan hal tersebut. Dalam tulisan ini, kita akan membahas senna dan kemungkinan manfaat yang diberikan.

Manfaat Senna untuk Kesehatan

1. Membantu Meringankan Sembelit

Dapat Membantu Meringankan Sembelit
Dapat Membantu Meringankan Sembelit

Senna biasa digunakan sebagai obat pencahar stimulan dalam pengobatan tradisional. Senna dapat ditemukan dalam berbagai pengobatan herbal seperti Draf hitam, Diasenna, Daffy’s Elixir, dan teh herbal. Bahan aktifnya, yaitu antrakuinon glikosida, dimana diyakini ampuh untuk mengobati sembelit.

Namun, kulit segar tanaman senna dapat menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut. Meskipun senna telah banyak digunakan dalam pengobatan sembelit, tidak ada penelitian yang mendukung penggunaannya dalam pengelolaan sembelit kronis.

Senna juga disarankan untuk digunakan sesekali. Untuk keamanan penggunaan jangka panjang masih belum jelas.

Laporan lain menunjukkan bahwa senna dapat menjadi berbahaya. Daunnya dapat merangsang saraf di dinding usus besar. Hal Ini dapat menyebabkan kontraksi usus dan gangguan elektrolit. Seseorang juga dapat meningkatkan toleransinya terhadap hal ini, yang berarti dosis yang lebih tinggi diperlukan untuk mencapai efek yang serupa.

Penggunaan senna tidak didukung dengan baik oleh uji klinis. Juga terdapat kemungkinan Anda mungkin menjadi tergantung pada senna jika Anda memakainya untuk waktu yang lama. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter Anda sebelum Anda menggunakan senna untuk mengobati sembelit.

2. Mengobati Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Dapat Mengobati Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)
Dapat Mengobati Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Sindrom iritasi usus besar (IBS atau IBD) ditandai dengan sakit perut kronis. Syndrome Ini disertai dengan kebiasaan buang air besar yang tidak normal (diare, sembelit, atau keduanya). Nyeri sering muncul setelah makan dan akan hilang setelah buang air besar. Gejala IBS adalah kembung, keluarnya lendir, dan perasaan buang air besar yang tidak tuntas.

Karena sifat pencaharnya, senna dapat membantu mengelola gejala sindrom iritasi usus besar (IBS). Bagaimana senna dapat melakukan hal ini masih harus dipelajari lebih lanjut, tetapi beberapa ahli berpendapat bahwa karena ramuan senna tersebut dapat menyebabkan kontraksi pada usus besar, hal itu mungkin akan memaksa kotoran pada usus besar untuk keluar.

Namun, senna adalah obat pencahar stimulan yang dapat membahayakan usus Anda jika dikonsumsi dalam waktu panjang. Oleh karena itu, harap berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi senna.

Manfaat senna yang mungkin belum dipelajari secara ekstensif oleh ahli medis. Sebagian besar kekhawatiran senna berkaitan dengan dosis dan penggunaan jangka panjangnya. Pada bagian berikut, kita akan melihat efek samping dari penggunaan senna yang berlebihan.

Apa Efek Samping Senna?

Apa Efek Samping Senna?
Apa Efek Samping Senna?

Penggunaan daun senna secara kronis dapat menyebabkan kondisi akut antara lain kram perut dan gangguan elektrolit tubuh anda. Namun, penggunaan obat pencahar stimulan jangka panjang seperti senna dapat juga menyebabkannya:

  • Kram
  • Mual
  • Diare
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Pusing
  • Kerusakan pada hati
  • Hipokalemia (kekurangan kalium)
  • Pigmentasi mukosa kolon dan urin

Kehilangan kalium atau kekurangannya memiliki efek samping yang besar. Kekurangan kalium dapat menyebabkan melemahnya otot dan aritmia (perubahan ritme jantung yang berbahaya).

Resiko

Wanita hamil, menyusui, dan menstruasi sebaiknya tidak mengkonsumsi senna karena tidak ada informasi untuk keamanannya. Hindari memberikan senna kepada anak di bawah dua belas tahun.

Orang dengan penyumbatan usus, IBD, tukak usus, sakit perut yang tidak terdiagnosis, atau apendisitis juga harus menghindari senna.

Senna juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Jika Anda sedang dalam pengobatan, penting bagi Anda untuk berhati-hati.

Apa reaksi obat terhadap Senna?

Senna termasuk dalam spesies cassia, dan sebagian besar tumbuhan dari spesies tersebut dapat bereaksi dengan kelas obat tertentu. Jangan mengkonsumsi obat pengencer darah, antikoagulan, kortikosteroid, dan obat kesehatan jantung saat di mengkonsumsi senna. Obat-obatan ini (seperti Warfarin dan Digoxin) dapat meningkatkan kehilangan kalium dalam tubh anda.

Obat analgesik, antipiretik, antiinflamasi, dan steroid (Parasetamol, Ketoprofen, Estradiol, dll.) Juga dapat bereaksi dengan daun senna. Daun senna dapat meningkatkan atau menurunkan absorpsi obat ini.

Kapan, bagaimana, dan berapa banyak senna yang harus Anda konsumsi untuk menghindari efek samping tersebut?

Dosis

Dosis Pengggunaan Senna
Dosis Pengggunaan Senna

Dosis umum untuk penggunaan senna adalah sekitar 15-30 mg dua kali sehari. Tidak disarankan untuk menggunakannya lebih dari satu minggu. Senna mungkin tidak aman dikonsumsi setiap hari, meskipun informasinya beragam dalam aspek ini. Dokter Anda dapat membimbing Anda dengan lebih baik. Anda dapat meminumnya di pagi atau sore hari, tetapi ini tergantung pada nasihat dokter Anda.

Senna tersedia dalam bentuk tablet, teh, dan daun. Kami sangat menganjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi senna dalam bentuk apapun (termasuk suplemen). Dokter anda mungkin akanĀ  menetapkan dosis yang sesuai untuk Anda atau menyarankan agar tidak melakukannya.

Meski senna telah digunakan dalam pengobatan tradisional, keamanannya pada manusia masih belum jelas diketahui. Anda dapat menggunakannya selama beberapa hari hingga seminggu untuk mengobati beberapa masalah perut, tetapi tidak ada penelitian tentang kemanjuran dan keamanannya.

Maka dari itu, jangan gunakan senna tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. Produk yang mengandung senna harus diminum hanya setelah mendapat persetujuan dari profesional medis.