Kacang mete secara teknis bukanlah termasuk jenis kacang-kacangan. Kacang mete adalah benih dari pohon cemara Anacardium occidentale yang berasal dari Brasil.

Kacang mete populer sebagai makanan ringan (makanan pembuka) dan digunakan untuk membuat kuah gravies, makanan yang dipanggang, susu vegan, dan selai kacang.

Kacang mete termasuk kacang yang padat nutrisi dan kaya akan lemak sehat, protein, vitamin esensial, dan mineral yang dibutuhkan untuk fungsi kesehatan tubuh.

Mengkonsumsi beberapa kacang mete setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah, membantu menurunkan berat badan, dan mencegah penyakit jantung.

Mari kita lihat beberapa nutrisi yang terdapat pada kacang mete, serta berbagai manfaat kesehatan yang diklaim, efek samping, dan tindakan pencegahan yang diperlukan.

Manfaat Kesehatan Yang Ada Pada Kacang Mete

1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Meningkatkan Kesehatan Jantung
Meningkatkan Kesehatan Jantung

Dibandingkan kacang-kacangan lain seperti kenari dan almond, kacang mete memiliki lemak dan kolesterol yang rendah namun tinggi nutrisi.

Faktanya, kacang mete ini kaya akan fitosterol, senyawa fenolik, dan asam oleat. Dan itu bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition merekomendasikan untuk mengkonsumsi segala jenis kacang – termasuk kacang mete – dalam dosis rendah sebagai makanan harian Anda karena dapat mencegah penyakit jantung iskemik dan penyakit kardiovaskular.

mengkonsumsi secara rutin lemak tak jenuh, seperti asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda (MUFA dan PUFA), dapat mencegah penyakit kardiovaskular bahkan pada orang yang menderita diabetes. Asam lemak ini banyak ditemukan pada kacang mete. Kuncinya adalah mengkonsumsinya dalam jumlah sedang karena kacang mete juga memiliki banyak kalori.

Sebuah meta-analisis dari 14 penelitian menemukan bahwa risiko penyakit jantung koroner 37% lebih rendah pada orang yang mengonsumsi kacang lebih dari empat kali per minggu dibandingkan mereka yang tidak pernah atau jarang mengonsumsi kacang. Namun, klaim ini masih perlu divalidasi secara eksperimental.

2. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Kacang mete kaya akan lemak tak jenuh dan mineral yang menyehatkan seperti magnesium, kalium, dan L-arginin.

Menurut studi selama 12 minggu yang dilakukan pada orang Indian Asia dengan diabetes tipe 2, konsumsi kacang mete dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan meningkatkan kolesterol HDL (baik) tanpa berdampak negatif pada berat tubuh, glikemia, atau variabel lipid lainnya.

Kacang mete juga mengandung asam amino yang disebut L-arginine. Dimana L-arginin dapat membantu menurunkan tekanan darah karena merupakan prekursor oksida nitrat (NO), yang vasodilator.

3. Dapat Meningkatkan Kekebalan Tubuh Anda

Dapat Meningkatkan Kekebalan Tubuh Anda
Dapat Meningkatkan Kekebalan Tubuh Anda

Kacang mete kaya akan zat seng. Seng adalah senyawa penguat kekebalan tubuh yang penting untuk proses dasar sel seperti pembelahan sel, transkripsi, dan regulasi. Seng  juga sangat berperan dalam proses kekebalan tubuh tertentu seperti produksi sitokin dan fagositosis. Asupan kacang mete secara teratur dapat membantu mencapai tunjangan harian seng yang direkomendasikan.

4. Sumber Antioksidan Yang Sangat Baik

Kacang mete dianggap kacang yang sehat karena kaya akan antioksidan seperti tokoferol. Tokoferol membantu menghilangkan radikal bebas dan melindungi sel kita dari kerusakan sel akibat stres oksidatif.

Susu dari kacang mete juga mengandung sterol, yaitu antioksidan alami yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mencegah timbulnya penyakit kronis.

5. Mencegah Batu Empedu

Dapat Mencegah Batu Empedu
Dapat Mencegah Batu Empedu

Konsumsi kacang yang teratur dapat mengurangi risiko munculnya batu empedu. Batu empedu adalah timbunan dari kolesterol dan mineral lain yang keras. Karena kacang mete memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol, kacang mete juga dapat membantu mencegah pembentukan batu empedu. Namun, masih belum ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan hal tersebut.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School dan Brigham and Women’s Hospital menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi 5 ons kacang per minggu memiliki risiko kolesistektomi yang lebih rendah (operasi pembedahan untuk mengangkat kantong empedu) dibandingkan wanita yang mengonsumsi kurang dari 1 ons kacang per minggu.

6. Baik untuk Kesehatan Kulit dan Rambut

Kacang mete kaya akan antioksidan, tembaga, magnesium, zat besi, dan selenium. Antioksidan dapat menguraikan bahan kimia berbahaya dan memperbaiki jaringan. Dengan demikian, antioksidan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan penampilan kulit Anda.

Tembaga meningkatkan produksi elastin dan kolagen. Kolagen adalah protein struktural integral yang bertanggung jawab atas elastisitas kulit dan rambut Anda. Memasukkan makanan penambah kolagen seperti kacang mete dalam makanan Anda dapat membantu menjaga kulit Anda bersinar dan rambut yang sehat.

7. Membantu Memperkuat Tulang

Membantu Memperkuat Tulang
Membantu Memperkuat Tulang

Kacang mete kaya akan protein dan mineral seperti magnesium dan tembaga. Tembaga membantu menjaga sendi Anda tetap fleksibel dengan mensintesis kolagen. Kandungan tembaga juga bisa membantu dalam pembentukan tulang bersama dengan magnesium. Karena itu, mengkonsumsi beberapa kacang mete setiap hari dapat membantu memperkuat tulang Anda.

8. Mencegah Degenerasi Makula

Kacang mete mengandung zeaxanthin dan lutein yang merupakan antioksidan penting. Xantofil seperti zeaxanthin dan lutein secara signifikan dapat meningkatkan pigmen makula, kontras kromatik, dan waktu pemulihan stres foto. Oleh karena itu, mengkonsumsi kacang mete secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan mata.

9. Membantu Penurunan Berat Badan

Meskipun kacang mete mempunyai banyak kalori, hal itu tidak akan menambah berat badan anda jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Studi yang dilakukan pada 51.188 wanita selama periode 8 tahun menunjukkan bahwa menambahkan kacang ke dalam makanan dapat mengurangi risiko kenaikan berat badan. Ada berbagai hipotesis di balik klaim ini meskipun belum ada bukti eksperimental yang tersedia.

Satu teori yang menunjukkan bahwa karena kacang mete kaya nutrisi dan lemak sehat yang dapat mengurangi kolesterol, tekanan darah, dan risiko penyakit jantung (faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas), kacang mete dapat membantu dalam manjaga berat badan berdasarkan asosiasi.

Kacang mete juga daapat mengurangi rasa lapar dan membuat Anda tetap kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga mencegah Anda makan berlebihan.

10. Mencegah Kanker

Secara umum, penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi kacang secara teratur dapat mengurangi resiko kanker. Kacang mete kaya akan senyawa antioksidan seperti asam anakardat, kardanol, dan kardol yang dapat membantu mengurangi risiko kanker.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Brigham and Women’s Hospital dan Harvard Medical School menemukan bahwa remaja perempuan yang mengkonsumsi kacang secara teratur mempunyai resiko lebih rendah untuk terkena kanker payudara.

Inositol dan asam anakardat dalam kacang mete juga dapat membantu melawan kanker dan meningkatkan kemungkinan bertahan hidup dengan menginduksi penangkapan siklus sel dan apoptosis serta menghambat proliferasi dan metastasis sel.

Efek Samping Kacang Mete

Orang yang rentan dengan alergi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kacang mete. Kacang mete diketahui menyebabkan respons imun yang parah dalam kasus alergi.

Kacang mete yang belum diolah sebaiknya dikonsumsi hanya setelah kulit luarnya dikupas karena mengandung minyak urushiol, yang beracun.

Efek samping kacang mete tercantum di bawah ini:

  • Penderita Batu Ginjal: Orang dengan riwayat batu ginjal harus berhati-hati saat mengkonsumsi kacang mete karena mengandung oksalat. Konsumsi oksalat yang berlebihan dapat mencegah penyerapan kalsium dan mempercepat pembentukan batu ginjal.
  • Alergi Kacang Mete: Alergi kacang menyebabkan reaksi seperti mual, sakit perut, pembengkakan pada mulut, dan kesulitan menelan.
  • Anafilaksis: Penelitian telah menunjukkan bahwa reaksi ekstrem terhadap kacang mete dapat menyebabkan kondisi fatal yang disebut anafilaksis. Anafilaksis adalah keadaan darurat medis di mana orang tersebut mengalami gejala seperti pembengkakan lidah, kesulitan bernafas, menelan, dan kehilangan kesadaran.
  • Kontak Dermatitis: Telah dilaporkan alergi kulit ekstrim yang dimanifestasikan oleh kulit gatal, bengkak, dan gatal-gatal akibat kontak dengan minyak pada kulit kacang mete.
  • Ketidaknyamanan Gastrointestinal: Orang yang alergi kacang mete dapat menunjukkan gejala seperti batuk, muntah, dan diare.
  • Kesulitan Bernapas: Jika konsumsi kacang mete memicu hidung meler atau masalah pernapasan, segera dapatkan bantuan medis.

Kacang mete kaya akan lemak sehat dan antioksidan serta tidak mengandung kolesterol. Kacang mete juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan menyehatkan berbagai fungsi tubuh.

Penelitian telah melaporkan bahwa menambahkan kacang-kacangan, terutama kacang mete, dalam makanan akan mendapatkan banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan berat badan dan mengelola diabetes.

Kacang mete memang memiliki sedikit efek samping jika dikonsumsi berlebihan. Jika Anda mengalami salah satu efek samping yang disebutkan di atas, berkonsultasilah dengan dokter sebelum mengubah pola makan Anda.

Sebagian besar penelitian tentang kacang mete telah dilakukan bersamaan dengan kacang kacang  lainnya. Masih diperlukan penelitian yang hanya berfokus pada manfaat kesehatan dari kacang mete.