Apakah Anda mengalami kesulitan tidur di malam hari karena panas dalam? Apakah Anda merasa usus Anda seperti terbakar? Apakah Anda tidak dapat menyesuaikan perubahan diet Anda yang begitu cepat? Apakah Anda harus selalu mencari pilihan makanan yang hambar dan tidak berbumbu?

Jika Anda menjawab ‘ya’ untuk semua pertanyaan di atas, maka Anda datang ke tempat yang tepat – karena kami telah mendapatkan semua jawaban kenapa Anda merasa seperti itu!

Mengkonsumsi makanan yang menghasilkan kadar asam tinggi di perut Anda dapat menyebabkan gejala-gejala yang disebutkan di atas. Artikel ini akan memberi tahu Anda tentang makanan asam yang harus Anda hindari. Maka teruslah membaca!

Apa itu Makanan Asam?

Makanan asam adalah makanan yang memiliki tingkat pH 4,5 atau yang lebih rendah dan cenderung meningkatkan keasaman di perut Anda. Untuk menyederhanakannya, mari kita memahami konsep asam dan basa terlebih dahulu. Semua makanan – padat dan cair – memiliki nilai pH yang membuatnya asam atau basa. Secara kimia, nilai pH suatu senyawa memberi tahu Anda berapa banyak molekul hidrogen yang dimilikinya. Pada skala 1 hingga 14, semua senyawa yang memiliki pH kurang dari 7 bersifat asam. Air bersifat netral dan memiliki pH 7. Semua senyawa di atas 7 bersifat basa.

Singkatnya, semakin rendah pH, semakin tinggi keasamannya. Dan makanan apa saja yang memiliki pH rendah dan dikategorikan sangat asam?

Makanan Asam yang Seharusnya Anda Hindari

Makanan Asam yang Seharusnya Anda Hindari
Makanan Asam yang Seharusnya Anda Hindari

Berlawanan dengan kepercayaan populer, banyak sayuran dan buah-buahan memicu produksi asam yang lebih tinggi dan memberi Anda sifat asam. Mari kita lihat daftar makanan dengan nilai pH rendah yang tidak boleh Anda konsumsi jika Anda menderita radang usus dan refluks asam karena ini akan menurunkan pH di usus Anda.

Buah dan Sayur Daging Produk Susu
Jeruk nipis (2.0) Sosis (3.3) Buttermilk (4.4)
Jus Cranberry  (2.5) Kerang (3.3) Keju (4.5)
Jeruk (3.7) Daging Babi (3.8) Krim Asam (4.5)
Apel (3.75) Ikan (4.0) Keju Cottage (4.7)
Nanas (3.9) Lobster (4.3) Whey (5.0)
Stroberi (3.9) Daging Kambing (4.5) Es Krim (4.8-5.5)
Tomat (3.4-4.7) Daging Sapi (5.0) Minuman
Zaitun Hijau (4.2) Bacon (5.5) Minuman Berkarbonasi (2.2)
Buah Persik (4.2) Kacang-kacangan Kopi (4.0)
Mangga (4.6) Kacang Tahan (3.8) Jus pasteurisasi (4.0)
Kurma (5.4) Kacang Mente (4.0) Minuman Berenergi (4.1)
Saus Kacang Pistachio (4.4) Jus Sayur (4.2)
Cukar (3.0) Kacang Pecan (4.5) Alkohol (4.3)
Acar (3.2) Pemanis Minyak (3.0-5.0)
Mayonais (3.8-4.2) Madu (4.0) Minyak Masak
Mustard (4.0) Gula (5.0) Minyak Padat (margarin)
Kecap Asin (5.0) Pemanis Buatan (3.0)
Sirup Jagung (3.8)

Jadi memang kenapa jika makanan ini bersifat asam? Kenapa Anda harus menghindarinya? Ini adalah beberapa pertanyaan yang mungkin Anda tanyakan. Kami sudah menyiapkan jawabannya. Jadi, baca terus!

Apa yang Terjadi Jika Anda Mengkonsumsi Makanan Asam?

Apa yang Terjadi Jika Anda Mengkonsumsi Makanan Asam?
Akibat Mengkonsumsi Makanan Asam

Segala sesuatu yang Anda makan akan bergabung dengan cairan lambung di perut Anda. Cairan lambung ini sangat asam dan memiliki pH antara 1,5 hingga 3,5 (setara dengan asam hidroklorik). Tubuh kita memiliki mekanisme untuk mengontrol pH dalam usus dan kadar cairan lambung di perut. Ketika pH lambung Anda sudah asam, dan Anda makan makanan asam, efeknya pH dalam usus Anda yang dudah rendah akan menjadi semakin rendah. Itu seperti menambahkan bensin ke api!

Terlalu banyak asam yang dihasilkan secara sekaligus di dalam perut dapat menimbulkan kondisi seperti berikut:

1. Radang Usus dan Refluks Asam

Mengkonsumsi makanan yang sangat asam dapat merusak lapisan dalam pelindung perut Anda, menyebabkan peradangan usus dan refluks asam yang parah. Yang lebih buruk adalah jika refluks asam dan peradangan berlanjut dan mencapai saluran pencernaan atas dan esofagus, yang tidak memiliki lapisan sel dan cairan pelindung (tidak seperti perut Anda). Ini dapat menyebabkan sensasi terbakar kronis, dispepsia, keasaman, nyeri di ulu hati, dan bisul di mulut Anda.

Inilah yang terjadi ketika Anda menderita radang usus dan refluks asam. Percayalah, Anda tidak akan bisa menelan bahkan untuk sesuatu yang menyejukkan seperti susu dingin!

2. Menyebabkan Kerusakan Gigi

Makan atau minum makanan manis dan bertepung dapat mengarah pada pembentukan lapisan bakteri yang tipis, lengket dan tak terlihat disebut plak di seluruh gigi Anda. Ketika makanan yang memiliki kadar gula tinggi bersentuhan dengan plak, asam yang mencerna makanan menyerang gigi Anda hingga hampir 20 menit setelah Anda selesai makan. Serangan asam yang berulang seperti ini dapat menghancurkan lapisan enamel pada gigi Anda, yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan gigi. Hal serupa terjadi dalam kasus refluks asam juga.

3. Mengakibabtkan Penyakit Tulang

Karena diet di era modern ini banyak memiliki kandungan asam, natrium dan bikarbonat yang tinggi, serta kandungan kalium dan kalsium yang rendah, ini mengakibatkan penurunan kepadatan tulang secara bertahap.

Kehilangan kalsium melalui urin (yang meningkat sebesar 74% ketika Anda mengkonsumsi makanan yang sangat asam), kekurangan kalium dan vitamin D, dan hipertensi, semuanya memicu resorpsi tulang dan merupakan penyebab awal penyakit tulang seperti osteoporosis.

4. Menyebabkan Batu Ginjal

Ekskresi mineral seperti kalsium, kalium, dan magnesium melalui urin sangat penting untuk kesehatan ginjal Anda. Mengkonsumsi makanan yang sangat asam dapat menyebabkan ginjal Anda menyimpan sebagian kecil dari mineral ini saat menghasilkan urin. Seiring waktu, simpanan mineral tersebut berubah menjadi batu-batu ginjal. Ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani.

Jadi, bagaimana kita dapat menghentikan semua ini? Cara sederhana adalah mengurangi konsumsi makanan yang menghasilkan asam tinggi. Tetapi hampir setengah dari makanan yang kita konsumsi setiap hari termasuk dalam kategori ini. Beberapa dari makanan tersebut juga sangat bergizi!

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Kabar baiknya adalah bahwa terdapat banyak makanan pengganti yang mempunyai nilai gizi yang sama dengan makanan-makanan asam tersebut. Anda dapat memilih opsi makanan yang lebih kaya alkalin untuk mencegah refluks asam. Teruslah membaca sampai bawah untuk mencari tahu apa opsi-opsinya.

Pengganti Makanan Asam

Pengganti Makanan Asam
Pengganti Makanan Asam

Memilih makanan yang memiliki tingkat asam rendah atau yang memiliki tingkat basa lebih tinggi dapat mencegah terlukanya usus dan kerongkongan Anda. Lihatlah spektrum pH ini untuk memahami makanan apa saja yang termasuk dalam kategori asam dan basa.

Berikut ini adalah daftar beberapa makanan alkalin yang mudah didapatkan dengan nilai pH-nya, yang dapat Anda tambahkan ke daftar belanjaan Anda:

  1. Almond dan susu almond (6.0)
  2. Artichoke (5.9-6.0)
  3. Asparagus (6.0-6.7)
  4. Alpukat (6.2-6.5)
  5. Basil (5.5-6.5)
  6. Brokoli (6.3-6.8)
  7. Kubis (5.2-6.8)
  8. Seledri (5.7-6.0)
  9. Bawang Putih (5.8)
  10. Jahe (5.6-6.0)
  11. Kale (6.3-6.8)
  12. Kelp (6.3)
  13. Kacang Lima (6.5)
  14. Mint (7.0-8.0)
  15. Okra (5.5-6.6)
  16. Bayam (5.5-6.8)
  17. Swiss chard (6.1-6.7)
  18. Tahu (7.2)
  19. Teh (7.2)
  20. Zucchini (5.9-6.1)

Apakah Anda ingin tahu apa yang dapat Anda lakukan dengan beberapa bahan-bahan di atas? Teruslah membaca!

Salad Alpukat dan Quinoa (Mudah dan Enak!)

Resep Salad Alpukat dan Quinoa
Resep Salad Alpukat dan Quinoa

Bahan-bahan

  • Alpukat matang: 4 (dikupas dan dipotong-potong)
  • Quinoa: 1 cangkir
  • Chickpeas: 400g, dikeringkan
  • Daun Peterseli : 30g, potong-potong

Cara Membuat

  1. Masak quinoa dengan meletakkan satu cangkir quinoa dalam panci dengan dua cangkir air. Masak sampai mendidih.
  2. Kecilkan api, tutup dan masak selama 12 menit sampai airnya menguap.
  3. Uraikan dengan garpu sampai biji-bijinya mengembang.
  4. Campur semua bahan dan bumbui dengan garam laut dan lada hitam. (Anda juga bisa menambahkan brokoli atau kale untuk menambahkan tekstur renyah.)
  5. Sajikan hangat dengan irisan lemon dan minyak zaitun.
  6. Kami tahu, setelah mencobanya Anda pasti senang sudah membaca artikel ini! Jadi, sama-sama!

Beralih ke diet yang kaya makanan dengan pH lebih tinggi, seperti sayuran yang tercantum dalam artikel ini, akan membantu Anda melindungi tubuh dari stres fisik yang tidak diinginkan. Seimbangkan menu diet yang memiliki 80% basa dan 20% asam sehingga Anda mendapatkan yang terbaik dari dua hal tersebut. Ingat, menghindari makanan asam sepenuhnya, terutama buah dan kacang, juga tidak dianjurkan. Jadi, keseimbangan adalah kuncinya!

Cobalah resepnya dan beri tahu kami komentar dan saran Anda di kolom komentar di bawah ini. Jangan ragu juga untuk berbagi cerita diet dan resep kreatif Anda.