Kalium adalah mineral yang sangat penting untuk mengaktifkan tubuh manusia. Mineral ini memainkan peran penting dalam membangun otot, konversi glukosa menjadi glikogen dan mengembangkannya ke seluruh tubuh. Kekurangan kalium dalam darah menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai ‘Hipokalemia’. Beberapa ciri dari kondisi ini adalah kelelahan, alergi, pembentukan batu ginjal dan jerawat.

Penyebab kekurangan kalium:
Penyebab kekurangan kalium
Penyebab kekurangan kalium

Kekurangan kalium pada manusia biasanya terjadi karena konsumsi makanan yang tidak mengandung buah dan sayuran segar. Sayuran hijau, buah-buahan seperti pisang dan apel, biji-bijian, makanan laut, dan bumbu tertentu adalah makanan yang kaya akan kalium.

Hilangnya cairan dalam tubuh karena muntah, diare atau keringat berlebih, dapat mengeluarkan kalium yang juga bisa menyebabkan kekurangan mineral tersebut dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan tertentu atau komplikasi kesehatan karena diabetes atau gangguan fungsi ginjal juga dapat menyebabkan hilangnya mineral ini dari tubuh.

Gejala Kekurangan Kalium:
  1. Otot lemah.
  2. Kelumpuhan.
  3. Sakit otot karena kekakuan.
  4. Perut kembung atau kram.
  5. Jantung berdebar.
  6. Pusing dan pingsan.
  7. Haus yang ekstrim dan sering buang air kecil.
  8. Sensasi mati rasa dan kesemutan.
Penyakit dan cara mengobati kekurangan kalium:

1. Penyakit ginjal:

Kalium mempertahankan cairan, elektrolit dan tingkat pH dalam tubuh. Mineral penting ini juga membantu ginjal dalam menyaring darah. Kadar darah kalium yang sehat adalah antara 3,5-5,0 mEq / L. Perubahan drastis apa pun dalam level ini mungkin tidak aman untuk ginjal.

2. Detak jantung tidak teratur:

Kalium penting untuk menunjang fungsi otot secara efektif, termasuk pula jantung. Kadar kalium yang rendah menyebabkan detak jantung tidak teratur. Dalam kasus yang ekstrim bahkan dapat menyebabkan jantung berhenti.

3. Tekanan darah tinggi:

Kekurangan Kalium - Tekanan darah tinggi
Kekurangan Kalium – Tekanan darah tinggi

Kadar kalium yang cukup dalam aliran darah sangat penting untuk mengontrol tekanan darah. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis di mana tekanan darah yang mengalir ke jantung meningkat. Ini terjadi ketika ginjal mengeluarkan kalium namun tetap mempertahankan natrium.

Sesak napas, kelelahan, jantung berdebar dan pusing adalah beberapa gejala yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi.

4. Migrain:

Kekurangan kalium adalah salah satu alasan terjadinya sakit kepala atau migrain pada orang yang rentan terhadap kondisi kronis ini. Meningkatkan jumlah kalium dalam makanan bisa memperbaiki keadaan ini.

5. Otot lemah:

Kekurangan Kalium - Otot lemah
Kekurangan Kalium – Otot lemah

Ketika kadar kalium dalam aliran darah turun secara signifikan, maka akan menyebabkan hipokalemia. Kelemahan otot adalah salah satu faktor utama ternjadinya hipokalemia, selain dari kelelahan, kram, dan jantung berdebar. Dalam kasus ekstrim, kerusakan serat otot dapat menyebabkan kelumpuhan.

6. Komplikasi Diabetes:

Penderita diabetes yang memiliki kadar kalium rendah umumnya memiliki kadar gula darah yang tinggi. Ini mengurangi sensitivitas tubuh terhadap insulin.

7. Rambut rontok:

Kekurangan Kalium – Rambut rontok

Diet yang menyebabkan seseorang kekurangan kalium dapat menyebabkan rambut rontok. Rambut rontok atau ‘Alopecia’ juga bisa terjadi karena jamur, konsumsi obat-obatan tertentu, kemoterapi, atau kekurangan zat besi.

8. Gangguan pada perut:

Menurunnya kadar potasium dalam tubuh dapat menyebabkan sakit perut karena melemahnya otot-otot saluran pencernaan. Mual, muntah, kembung dan sembelit adalah beberapa efek samping lain dari kekurangan kalium.

9. Kelelahan mental:

Kadar potasium yang rendah dapat mempengaruhi kesehatan psikologis seseorang. Kelelahan mental di sini bisa berupa depresi, perubahan suasana hati, cepat marah, disorientasi atau gangguan bipolar.

10. Masalah kulit:

Kekurangan kalium dapat menyebabkan masalah kulit seperti kulit mengelupas, kulit kering, melepuh, jerawat dll.

Perawatan untuk Defisiensi Kalium:
  • Untuk memastikan bahwa kamu tidak kekurangan mineral kalium di tubuh, masukkan banyak makanan yang kaya kalium dalam menu makan harianmu.
  • Penuhi tubuh dengan cairan untuk mengganti mineral yang hilang karena sekresi tubuh.
  • Sembuhkan diare atau muntah sesegera mungkin demi menghindari kalium hilang dari tubuh.
  • Jika kalium dalam tubuhmu sangat rendah, kamu dapat mengkonsumsi suplemen untuk menaikkan levelnya. Pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan hal ini.