Oil pulling adalah praktik berkumur dengan minyak di mulut dalam waktu yang lama demi mendapatkan manfaat kesehatan. Ada keyakinan bahwa dengan berkumur atau menahan minyak di mulut, seseorang dapat menyingkirkan bakteri dan racun di dalam tubuh yang larut dalam minyak, sehingga tercipta kesehatan mulut dan tubuh yang lebih baik.

Meskipun banyak yang menganjurkan oil pulling untuk kesehatan mulut, namun sebagian kalangan medis juga mengkritik teknik berkumur ini. Banyak ahli medis yang berpendapat bahwa oil puiling dapat menimbulkan masalah baru bagi kesehatan, terutama masalah pencernaan.

Asal usul oil puiling

oil pulling
oil pulling

Oil puiling pertama kali dikenal masyarakat luas lewat ajaran Ayurveda, yakni cara pengobatan medis rakyat India yang berpaku pada tradisi turun temurun. Ajaran Ayurveda juga sangat terkait dengan nilai-nilai religi, sehingga cara pengobatannya yang dianggap tidak sejalan dengan teori medis masih terjaga hingga era modern ini. Sekedar informasi, ajaran Ayurveda sudah menjadi panutan masyarakat India selama 3000 tahun.

Ajaran Ayurveda mengajarkan manusia untuk menggunakan minyak biji bunga matahari untuk mengobati bau mulut, kekeringan tenggorokan, memperkuat gusi, gigi dan rahang, serta mencegah pembusukan dan perdarahan gusi.

Tak sekedar berkumur, oil puiling terbagi ke dalam dua metode yakni Kavala Graha dan Gandusha. Perbedaannya terletak pada durasi menahan minyak di mulut. Kavala Graha, mengajarkan kita untuk menahan minyak yang nyaman di mulut selama tiga menit. Kemudian minyak tersebut dikumur dan dibuang.

Sedangkan metode Gandusha menganjurkan seseorang untuk menahan minyak di mulut selama lima menit, kemudian berkumur

Efek samping

oil pulling
oil pulling

Akan tetapi metode yang ditemukan oleh masyarakat India pada zaman kuno ini, secara ilmiah belum bisa dipertanggungjawabkan. Ahli medis pun menemukan beberapa efek samping yang serius dari metode kumur oil puiling.

1. Mulut kering 

Oil pulling diketahui dapat menjaga tenggorokan dari kekeringan, namun hal ini bisa menjadi kontraproduktif. Salah satu efek samping yang umum dari oil pulling adalah kekeringan mulut yang berlebihan. Banyak orang yang secara konsisten menggunakan praktik kesehatan mulut ini merasa mulut mereka terlalu kering setelah proses pembersihan.

Alasannya, berkumur menyebabkan minyak bercampur dengan air liur, sehingga benar-benar mengeluarkannya bersamaan dari mulut. Oleh karena itu, setelah kamu selesai oil puling, kamu akan menemukan mulut sangat kering.

2. Pneumonia lipoid

Salah satu efek samping yang paling menakutkan dari oil pulling adalah pneumonia lipoid. Banyak orang tidak tahu bahwa metode ini membahayakan bagi mulut. Meskipun dapat dikonsumsi sebagai bahan makanan, akan tetapi minyak juga rawan bakteri. Jika menggunakan minyak sebagai obat kumur (apalagi di tahan di mulut selama beberapa menit), artinya saluran pernapasan dan mulut akan terinfeksi bakteri.

Menurut American Dental Association dan Perpustakaan Sains Nasional AS., minyak yang terkontaminasi ini bisa saja mengendap di paru-paru, dan menyebabkan pneumonia lipoid.

3. Sakit perut

American Dental Association juga melaporkan bahwa oil pulling dapat menyebabkan sakit perut atau diare. Bakteri yang berasal dari minyak secara langsung menyentuh mulut dan secara perlahan masuk ke saluran pencernaan.

4. Batuk berdahak

Tubuh manusia punya respon terhadap pembersihan racun, misalnya saja dengan mengeluarkan cairan seperti keringat, buang air kecil, buang air besar, hingga bersin. Menahan dan berkumur dengan minyak selama 3-5 menit di dalam mulut menyebabkan lendir di tenggorokan menebal, hal itulah yang mendorong sistem pernapasan manusia mengeluarkannya lewat batuk.

5. Mual dan muntah:

Ketika oil pulling dilakukan saat perut kosong, beberapa orang melaporkan bahwa mereka mengalami mual. Para ahli menganalisa kemungkinan tersebut terjadi karena bakteri yang terdapat pada minyak langsung menyentuh lambung yang belum terisi makanan. Sehingga merangsang asam lambung untuk bereaksi.

 

6. Mabuk
Orang yang memanfaatkan minyak kelapa untuk berkumur mengakui bahwa mereka merasakan sensasi yang aneh. Kepalanya seperti melayang, persis seperti orang mabuk. Akan tetapi dokter yang meneliti tentang hal ini mengungkapkan bahwa diet tinggi karbohidrat ditambah minyak kelapa dapat menjadi biang keladi kondisi ini.

 

7. Kram Perut:

Ada beberapa orang yang bisa alergi terhadap minyak yang mereka gunakan untuk oil pulling. Minyak yang paling umum digunakan adalah minyak safflower, wijen, kelapa, zaitun, dan bunga matahari. Jadi, jika kamu alergi terhadap salah satu minyak ini, kamu mungkin akan mengalami kram perut dan mual atau muntah setelah berkumur.

 

8. Tidak nafsu makan

Salah satu efek samping dari oil pulling adalah hilangnya nafsu makan. Sementara itu beberapa orang mengklaim mereka kehilangan nafsu makan karena mereka tidak ingin membuat mulut mereka kotor setelah melalui 15 menit berkumur dengan minyak. Ada orang lain yang mengklaim bahwa seluruh proses oil pulling tampaknya menumpulkan selera makan mereka.

Oleh karena itu, mereka tidak bisa sarapan setelah proses pembersihan, yang mengakibatkan metabolisme menjadi lamban sepanjang hari. Biasanya, hilangnya nafsu makan terjadi ketika orang cenderung menelan sedikit minyak sambil berkumur.

 

9. Rahang kaku

Salah satu peringatan oil pulling adalah kamu harus berkumur dengan minyak di mulutmu tanpa henti selama 10 hingga 15 menit agar prosesnya menjadi efektif. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa banyak orang mengalami rahang kaku. Desisan tanpa henti menyebabkan otot-otot rahang dan ligamen meregang, sehingga menghasilkan rasa sakit dan kekakuan.

Selain itu, kamu juga perlu menjaga rahang tetap terkatup untuk memastikan kamu tidak memuntahkan minyak karena rasa refleks ingin muntah. Mengatupkan mulut menyebabkan rasa sakit ke rahang dan membuatnya kaku.

 

10. Menambah lubang gigi

Sayangnya, ada banyak orang di luar sana yang menggunakan oil pulling sebagai pengganti aktivitas menyikat gigi dan flossing gigi. Padahal memang oil pulling menggunakan kekuatan mekanik untuk menyingkirkan sisa-sisa makanan dan partikel dari mulut, namun itu tidak menghilangkan plak dan gingivitis, menurut American Dental Association.

Ini karena minyak yang digunakan untuk berkumur tidak mengandung minyak esensial seperti methyl salicylate, thymol, menthol, dan eucalyptol, yang memiliki sifat anti-plak dan anti-gingivitis. Oleh karena itu, orang yang menggunakan oil pulling sebagai alternatif untuk menyikat dan flossing gigi bisa berisiko mengalami karies dan gigi berlubang yang lebih tinggi.

 

11. Gejala Seperti Flu Mendadak:

Beberapa individu telah mengalami gejala mirip flu mendadak setelah oil pulling. Alasannya adalah bahwa orang-orang ini mencerna sedikit minyak yang mengandung bakteri, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi aktif dan melawan bakteri. Ketika ini terjadi, seseorang akan mengalami gejala mirip flu.

 

12. Cepat Haus:

Karena oil pulling menyebabkan mulut mengering dan tenggorokan dipenuhi dengan lendir yang terus-menerus serta batuk, itu dapat menyebabkan peningkatan konsumsi air. Rasa haus yang meningkat ini bukan indikasi bahwa tubuh mengalami dehidrasi. Sebaliknya, itu adalah reaksi terhadap kekeringan awal yang kamu alami di mulut dan tenggorokan setelah berkumur.

Ingat, segala sesuatu yang terlalu banyak itu hal yang buruk. Dan jika kamu minum terlalu banyak air untuk mengatasi kekeringan dan lendir yang menempel di tenggorokan, kamu bisa menderita keracunan air, yang bisa berakibat fatal.

 

13. Penyakit yang Disebabkan Logam Berat dalam Minyak:

Karena oil pulling sangat populer, banyak toko makanan kesehatan menjual minyak yang untuk tujuan tersebut. Namun, kamu harus berhati-hati ketika memilih merek minyak, karena beberapa minyak, ketika diuji, ditemukan mengandung kadar arsenik, merkuri dan / atau timbal yang tinggi.

Pengaruh logam berat menimbulkan beberapa risiko pada tubuh yakni beracun dan dapat menyebabkan kanker, masalah reproduksi dan banyak masalah kesehatan serius lainnya.

 

14. Kehilangan Rasa:

Amala Guha, seorang asisten profesor imunologi dan obat-obatan di Pusat Kesehatan Universitas Connecticut, menyatakan bahwa orang yang tidak menggunakan metode oil pulling yang tepat dapat mengalami kehilangan rasa dan sensasi di mulut.

Hilangnya rasa dan sensasi ini dapat menyebabkan kamu kehilangan nafsu makan, yang berakibat pada kekurangan nutrisi dan metabolisme yang lamban. Dokter juga mengatakan bahwa berkumur harus dilakukan selama 4 menit dan tidak selama 10 hingga 15 menit, seperti yang disarankan di sumber lain.

 

Efek Samping Lain:

oil pulling
oil pulling

Ada efek samping lain yang bisa kamu alami ketika kamu mulai melakukan oil pulling. Beberapa di antaranya termasuk yang berikut:

1. Hidung tersumbat:

Beberapa orang dapat mengalami hidung tersumbat saat oil pulling. Ahli Ayurvedic dan holistic merekomendasikan untuk membersihkan dan meniup hidung sebelum memulai proses untuk menghindari penyumbatan. Kamu juga bisa meniup hidung saat berkumur.

2. Bersin dan batuk:

Ada kemungkinan bahwa kamu bisa mengalami hasrat untuk bersin dan batuk. Ini karena minyak dapat menyebabkan iritasi. Para ahli menyarankan untuk berhenti berkumur dan membiarkan tubuh rileks untuk mengatasi hasrat untuk bersin dan batuk ini. Jika itu tidak berhasil, sebaiknya buang minyak, bersin dan / atau batuk, lalu ambil minyak segar dan lanjutkan prosesnya.

3. Hasrat ingin buang air kecil/ besar

Jika kamu tidak buang air kecil atau buang air besar sebelum memulai proses pulling, kamu mungkin mengalami ini. Jika hasrat datang, jangan hentikan. Sebaliknya, duduk di kursi toilet dan lanjutkan dengan proses oil pulling.

4. Dahak dan lendir di mulut

Oil pulling dapat mengekstrak gelembung dahak atau lendir ke mulut dari tenggorokan. Ini bisa menyulitkanmu untuk melakukan oil pulling. Oleh karena itu, sebaiknya ludahkan minyak dan dahak dan ambil minyak segar dan lanjutkan.

5. Kondisi gangguan kesehatan kronis

Kadang-kadang kondisi kesehatan kronis tertentu bisa memburuk karena oil pulling. Menurut ahli naturopat dan ahli Ayurvedic, gangguan ini terjadi sebelum kondisi membaik. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir. Namun, jika kamu memerhatikan kesehatanmu semakin memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter yang memenuhi syarat dan bersertifikat.

Tips menghindari efek samping oil pulling

oil pulling
oil pulling

Banyak orang terkena efek samping oil puiling karena pola kumur yang salah. Sebenarnya kita bisa saja terhindar dari efek samping tersebut, asalkan dengan cara yang baik dan benar, seperti:

  • membersihkan seluruh permukaan mulut seperti lidah dan gigi.
  • Ambil 10 ml minyak wijen atau bunga matahari dan angkat dagu sedikit. Proses ini akan menyebabkan minyak menyebar di sekitar bagian dalam mulut.
  • Gunakan lidah untuk menghisap minyak, sehingga menembus celah di antara gigi dan menyapu gusi dan langit-langit mulut. Ini membantu menjebak bakteri dan patogen lain dalam minyak.
  • Gunakan rahang seolah-olah kamu sedang mengunyah sesuatu.
  • Lanjutkan proses ini selama sekitar 10 menit, setelah itu kamu akan melihat viskositas oli yang berubah. Ini akan menjadi lebih berair.
  • Angkat minyaknya. Jangan meludah ke saluran pembuangan, karena minyak akan menyumbatnya. Sebaiknya meludah ke tempat sampah.
  • Gunakan air keran biasa untuk membilas mulut secara menyeluruh.
  • Untuk hasil terbaik, tunggulah 15 hingga 20 menit sebelum makan atau minum apa pun.
  • Tepat setelah kamu selesai latihan, kamu akan melihat gigi terasa lebih halus dan rongga mulut terasa lebih segar dan bersih.

Pencegahan:

  • Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diperbolehkan untuk melakukan oil pulling.
  • Jika kamu alergi terhadap jenis minyak atau merek tertentu, gunakan jenis lain.
  • Jika minyak tidak berubah tipis dan putih, kamu tidak melakukan oil pulling dengan benar.

Apakah artikel ini cukup berguna untukmu? Beritahu kami dengan memberi komentar di kolom di bawah ini ya.