Kita semua pernah mendengar tentang aspirin. Aspirin adalah salah satu obat yang paling umum digunakan. Tetapi, kebanyakan dari kita tidak menyadari tujuan penggunaannya dan efek samping aspirin ini.

Aspirin juga dikenal sebagai asam asetilsalisilat, adalah obat salisilat. Sebagian besar digunakan sebagai analgesik atau obat penghilang rasa sakit. Bahan aktif dalam aspirin adalah asam asetil salisilat, yang merupakan turunan sintetis dari senyawa salicin. Senyawa ini ditemukan secara alami pada tumbuhan, khususnya pohon willow.

Aspirin adalah analgesik tertua dan banyak digunakan secara umum. Obat ini adalah obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), yang dapat digunakan untuk mengobati rasa nyeri ringan sampai sedang, nyeri otot, sakit gigi dan sakit kepala. Juga bisa mengobati penyakit seperti pilek, demam dan peradangan.

Ada aspirin dilapisi dan tidak dilapisi yang tersedia di pasaran. Aspirin yang dilapisi atau enterik memiliki lapisan mengkilap dan halus di atas tablet, sedangkan yang tidak dilapisi memiliki permukaan kasar. Tablet yang dilapisi mencegah sakit perut dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh aspirin pada beberapa orang. Aspirin dapat menunda rasa sakit selama 3 hingga 4 jam karena larut dalam usus kecil sebagai pengganti lambung.

Telah ditemukan bahwa aspirin memiliki banyak kegunaan lain selain penghilang rasa sakit atau mengurangi demam. Beberapa manfaat aspirin lainnya adalah mengurangi peradangan dan pembengkakan pada luka dan radang sendi. Obat ini sering diberikan kepada pasien untuk pemulihan cepat setelah operasi kardiovaskular.

Banyak penelitian yang menemukan bahwa penggunaan aspirin mengurangi risiko beberapa jenis kanker, seperti usus besar, esofagus, perut, rektum, dan kanker prostat. Aspirin memiliki efek anti-trombosit atau antikoagulan, yang mencegah pembekuan darah di dalam tubuh. Itulah sebabnya, aspirin dalam dosis rendah digunakan untuk mencegah serangan jantung dan stroke.

Dosis yang Direkomendasikan

Aspirin harus diimbangi dengan makanan atau susu untuk menghindari iritasi lambung. Dosis harian aspirin berkisar dari 50 mg hingga 6000 mg, tergantung pada penggunaannya. Tabel di bawah ini menunjukkan dosis aspirin yang direkomendasikan dalam kasus kondisi kesehatan yang berbeda.

Kondisi KesehatanDosis yang Disarankan
Nyeri ringan sampai sedang350 atau 650 mg setiap 4 jam atau 500 mg. setiap 6 jam
Radang Sendi500 mg. setiap 4-6 jam; 650 mg. setiap 4 jam; 1000 mg setiap 4-6 jam; 1950 mg. 2 kali sehari
Serangan Jantung dan Stroke81, 162 or 325 mg. sehari

15 Efek Samping Aspirin

Terlepas dari penggunaannya yang lama dan manfaatnya, aspirin memiliki efek samping tertentu, yang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan ringan hingga berat. Jadi, disarankan untuk menggunakannya setelah berkonsultasi dengan dokter Anda. Beberapa efek samping aspirin adalah sebagai berikut:

1. Mulas atau Iritasi Perut

1. Mulas atau Iritasi Perut
Aspirin dapat menyebabkan sakit maag.

Bisa mengiritasi lapisan lambung, aspirin dapat menyebabkan sakit maag dan iritasi lambung, seperti mual, muntah dan gangguan pencernaan yang merupakan efek samping aspirin secara umum, tetapi dapat menyebabkan masalah serius. Jadi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda mengalami masalah tersebut.

2. Reaksi Alergi

Beberapa orang mengalami sensitif aspirin atau alergi. Reaksi alergi mungkin menyebabkan pembengkakan pada bibir, lidah, hidung, hidung gatal, masalah pernapasan, pusing dan gatal-gatal. Jika Anda memperhatikan gejala-gejala tersebut, konsultasikan dengan dokter Anda segera.

3. Wanita Hamil atau Ibu Menyusui

Aspirin berbahaya bagi janin. Dapat menyebabkan masalah jantung, mengurangi berat lahir atau menyebabkan efek serius lainnya pada bayi dalam kandungan. Oleh karena itu, wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaannya.

Ibu menyusui juga harus menghindari penggunaan aspirin karena dapat masuk ke dalam ASI dan membahayakan kesehatan bayi. Ini adalah efek samping yang sangat berbahaya dari aspirin karena dapat menyebabkan efek yang merugikan.

4. Penggunaan Saat Tindakan Operasi

Penggunaan aspirin sebelum melakukan tindakan berbagai jenis operasi, harus dihindari karena memiliki efek pengenceran darah atau properti anti-pengentalan darah. Menggunakan aspirin sebelum operasi dapat menyebabkan pendarahan dalam waktu yang lama.

5. Masalah pada Hati

5. Masalah pada Hati
Aspirin dosis tinggi dapat menyebabkan disfungsi hati.

Penggunaan aspirin dalam jangka waktu yang lama dapat membahayakan hati Anda. Hati berfungsi sebagai detoksifier, yaitu penetralisir zat zat beracun pada tubuh. Sehingga, aspirin dengan dosis tinggi dapat menyebabkan disfungsi pada hati, yang dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang serius.

6. Gagal Ginjal

Penggunaan aspirin secara teratur dapat menyebabkan nefropati analgesic, yaitu cedera ginjal yang disebabkan oleh obat analgesik. Kadang-kadang penyakit ginjal terjadi tanpa gejala dan dapat menyebabkan gagal ginjal.

7. Sindrom Reye Anak dan Remaja

Sindrom Reye adalah kondisi serius, yang dapat menyebabkan kematian dengan merusak organ vital, terutama hati dan otak. Apa penyebab utama dari sindrom ini masih belum diketahui. Sindrom ini terjadi pada anak-anak yang mengkonsumsi aspirin untuk flu, cacar air, demam atau untuk menghilangkan rasa sakit.

Orangtua harus menghindari pemberian aspirin kepada anak-anak mereka tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena akibatnya bisa serius. Perubahan perilaku dengan mual dan muntah adalah gejala awal sindrom Reye.

8. Stroke Hemoragik

Kita semua tahu bahwa aspirin bias digunakan untuk mencegah serangan jantung dan stroke, berfungsi sebagai pengencer darah dalam tubuh. Namun, penggunaannya dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang serius. Beberapa diantaranya adalah stroke yang disebabkan karena pendarahan otak. Efek pengenceran darah dari aspirin dapat memperburuk kondisi yang menyebabkan kerusakan otak dan pendarahan.

9. Tinnitus dan Kerusakan Pendengaran

9. Tinnitus Dan Kerusakan Pendengaran
Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda mengalaminya.

Kata Tinnitus berarti ‘berdering’. Dimana suatu kondisi yang ditandai dengan suara atau dering di telinga. Hal ini mungkin disebabkan oleh konsumsi aspirin secara rutin. Seseorang harus berkonsultasi dengan dokter jika ada masalah seperti ini karena dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen.

10. Asma

Seseorang yang mempunyai penyakit asma harus menghindari penggunaan aspirin karena bisa sebagai faktor pemicu asma kambuh. Serangan asma yang disebabkan oleh aspirin mungkin parah hingga fatal. Jadi, gunakan aspirin dengan hati-hati dan di bawah pengawasan ketat oleh dokter.

11. Masalah Kulit

Memar adalah salah satu masalah kulit yang paling umum yang disebabkan oleh aspirin. Ketika kapiler menjadi lemah atau rusak oleh obat seperti aspirin, hal tersebut yang menyebabkan memar. Memar mungkin dapat menyebabkan perdarahan dalam kasus-kasus tertentu karena aspirin dapat menghambat pembuluh darah dari penyembuhan dengan cepat.

Terkadang, penggunaan aspirin dengan obat suplemen lain dapat menyebabkan reaksi kulit seperti kulit merah, bengkak, melepuh atau berubah warna. Penanganan medis secara cepat diperlukan jika salah satu dari masalah kulit tersebut Anda alami.

12. Asam Urat

Aspirin dalam dosis rendah digunakan untuk mencegah serangan jantung dan stroke, tetapi dapat memperburuk kondisi Anda jika Anda mempunyai penyakit asam urat. Bahkan dalam dosis rendah, aspirin meningkatkan risiko serangan asam urat. Aspirin dosis tinggi mencegah ginjal untuk menyerap kembali asam urat, yang menyebabkan ekskresi asam urat melalui urin, sedangkan dosis rendah menghambat ekskresi asam urat. Pasien asam urat harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi aspirin untuk menghindari komplikasi.

13. Luka Lambung dan Usus

13. Luka pada Lambung dan Usus
Efek samping aspirin dapat menyebabkan pendarahan di usus.

Seperti penjelasan sebelumnya, pendarahan adalah salah satu efek samping yang serius dari mengkonsumsi aspirin. Efeknya menyebabkan luka pada lambung atau pada usus, yang dapat menyebabkan bisul. Kadang-kadang pendarahan yang disebabkan oleh bisul bisa menjadi hal yang serius.

14. Tekanan Darah Tinggi

Menjadi obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), aspirin dapat meningkatkan tingkat tekanan darah Anda. Siapapun yang memiliki tekanan darah tinggi harus dalam pengawasan dokter dalam mengonsumsi aspirin.

15. Memengaruhi Sistem Saraf Pusat

Penggunaan aspirin secara teratur menyebabkan rasa kantuk, kebingungan, dan pusing pada beberapa orang. Meskipun ini bukan efek samping yang serius, efek ini tidak boleh diabaikan karena dapat menyebabkan efek jangka panjang pada sistem saraf.

Tindakan Pencegahan

Berbagai efek samping aspirin mengharuskan Anda untuk berhati-hati dalam penggunaannya. Dosis yang tepat adalah kunci untuk memperoleh manfaat dan menghindari efek samping aspirin.

Sebagian besar dari kita memiliki kebiasaan mengkonsumsi obat ini untuk menghilangkan rasa sakit ringan tanpa menyadari dampak buruk yang ditimbulkan. Selalu ingat, semua obat harus dibawah pengawasan ketat dan instruksi dari dokter atau penyedia pelayanan kesehatan. Di bawah ini adalah tindakan pencegahan yang harus diingat saat menggunakan aspirin.

  • Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, obat ini tidak boleh digunakan dalam kondisi kesehatan tertentu. Efeknya adalah pendarahan atau gangguan pembekuan darah seperti hemofilia, kekurangan vitamin K, atau jumlah trombosit yang rendah harus berkonsultasi dengan pihak medis sebelum menggunakannya.
  • Penderita asma yang sensitif dengan aspirin, munculnya seperti polip hidung, kekurangan enzim dan asam urat juga harus berhati-hati dalam penggunaannya.
  • Obat ini, bila dikombinasikan dengan alkohol atau tembakau setiap hari dapat meningkatkan risiko pendarahan perut. Jika Anda mengonsumsi obat ini, Anda harus membatasi konsumsi minuman beralkohol dan berhenti merokok.
  • Mereka yang memakai obat ini harus memberi tahu dokter sebelum menjalani operasi apa pun.
  • Aspirin tidak boleh dikonsumsi dalam 3 bulan terakhir di masa kehamilan karena dapat membahayakan janin dan masalah selama persalinan.
  • Orang dewasa, menjadi lebih sensitif terhadap efek samping, perlu berhati-hati, terutama dalam kasus lambung atau pendarahan usus dan bisul.

Gunakan aspirin hanya dalam dosis yang direkomendasikan. Selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum Anda meminumnya.