Sebagai salah satu bahan utama dalam Ayurveda, banyak yang menganggap ashwagandha aman dikonsumsi dan tak memiliki efek samping. Ironisnya, kenyataan itu tidak benar sepenuhnya. Sulit dipercaya, bukan? Karena itulah, ulasan kali ini kami akan membahas tentang efek samping ashwagandha. Mari kita simak bersama apa saja efek samping tanaman mujarab yang populer di India tersebut!

Sepintas tentang Ashwagandha

Bernama latin Withania somnifera, ashwagandha berasal dari keluarga Solanaceae dan merupakan tanaman herbal yang kerap dikonsumsi untuk pengobatan. Nama ashwagandha merupakan nama yang diberikan masyarakat India untuk Withania somnifera dan diambil dari bahasa Sansekerta, yakni ‘asvha’ yang berarti kuda dan ‘gandha’ memiliki arti bau. Secara harfiah, ashwagandha bisa diartikan ‘bau kuda’, mengingat akar tanaman ini beraroma menyengat layaknya keringat kuda sekaligus berkhasiat memberi kekuatan vitalitas bak seekor kuda bagi yang mengonsumsinya.

Sudah beribu-ribu tahun, ashwagandha dipercaya sebagai bahan utama dalam Ayuverda (ilmu pengobatan kuno India yang hingga kini masih diaplikasikan dalam kehidupan keseharian) yang berfungsi sebagai pemulih dan peremajaan. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah ashwagandha ini benar-benar aman untuk dikonsumsi sebagai obat? Benarkah tanaman herbal yang akarnya mirip ginseng ini tidak memiliki efek samping bila dikonsumsi secara teratur?

Apakah Ashwagandha Aman Dikosumsi?

Sebagai adaptogen, ashwagandha bisa membantu mengelola stres.
Sebagai adaptogen, ashwagandha bisa membantu mengelola stres.

Ashwagandha tentu saja aman dikonsumsi dan memberi sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh. Tanaman herbal ini bisa diklasifikasikan sebagai adaptogen yang berarti mampu membantu mengelola stres dan menawarkan beberapa manfaat bagi otak dan tubuh. Namun yang perlu diperhatikan adalah dosis pengonsumsiannya. Ashwagandha harus dikonsumsi sesuai dosis atau takaran yang dianjurkan. Jika berlebihan tentu tidak sehat dan bisa menimbulkan efek samping.

Berikut dosis pengonsumsian ashwagandha yang dianjurkan untuk pengobatan:

  • Dalam bentuk serbuk (daun), dosis yang tepat 1 hingga 2 sendok teh sehari.
  • Dalam bentuk akar, dosis yang tepat 1 hingga 2 sendok teh sehari.
  • Dalam bentuk kapsul, dosis yang tepat 1 hingga 6 gram dari seluruh ramuan (melalui mulut) per hari.
  • Dalam bentuk teh, dosis yang tepat 3 cangkir dari seluruh ramuan per hari (1 hingga 6 gram).
  • Dalam bentuk tingtur, dosis yang tepat 2 hingga 4 ml (melalui mulut), tiga kali sehari.

Bila dikonsumsi melebihi dosis, ashwagandha akan menimbulkan efek samping sebagai berikut.

Efek Samping Ashwagandha

1. Menyebabkan Alergi

Meskipun masih dalam tahap penelitian, rumor kesehatan menunjukkan bahwa beberapa orang bisa mengalami alergi akibat terlalu banyak mengonsumsi ashwagandha. Reaksi alergi yang ditimbulkan antara lain ruam kulit, gatal-gatal, peradangan hingga rasa nyeri di dada dan kesulitan bernafas. Bagi orang yang alergi terhadap nightshades (tanaman yang berasal dari keluarga Solanaceae) disarankan untuk menghindari ashwagandha, karena ramuan herbal ini berasal dari keluarga tanaman yang sama.

2. Menyebabkan Perdarahan

Beberapa sumber mengatakan bahwa ashwagandha dapat menyebabkan perdarahan. Itulah sebabnya seseorang yang mempunyai riwayat kesehatan berupa gangguan perdarahan atau yang akan menjalani operasi, disarankan untuk menghindari herbal termasuk ashwagandha.

3. Kemungkinan Bisa Menurunkan Gula Darah

Studi menunjukkan ashwagandha efektif menurunkan kadar gula darah. Meski demikian, bagi penderita diabetes yang sedang menjalani pengobatan medis (dengan cara minum obat diabetes) tidak dianjurkan untuk mengonsumsi ashwagandha karena ramuan herbal ini mungkin akan menurunkan kadar gula darah terlalu banyak yang tentunya bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

4. Menyebabkan Masalah pada Gastrointestinal

Ashwagandha diketahui bisa membuat saluran pencernaan iritasi. Oleh sebab itu, ramuan herbal ini harus dihindari oleh siapa pun yang memiliki masalah gastrointestinal (berhubungan dengan lambung dan usus) atau penderita maag. Sembelit, diare sampai nyeri pada perut merupakan efek samping yang sering terjadi pada kelompok penderita gangguan gastrointestinal yang mengonsumsi ashwagandha.

5. Menyebabkan Rasa Kantuk

Efek tenang dan rileks yang ditawarkan ashwagandha hampir serupa dengan obat penenang. Jadi jangan heran bila ramuan herbal ini bisa menyebabkan rasa kantuk. Pastikan Anda tidak mengonsumsi ramuan ini bersamaan dengan obat penenang yang mengandung lorazepam, zolpidem atau alprazolam. Studi juga menegaskan mengonsumsi ashwagandha bersamaan dengan obat penenang dapat menyebabkan kantuk berlebihan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

6. Menyebabkan Mulut Kering

Pada sebagian orang, terlalu banyak mengonsumsi ashwagandha dapat menyebabkan mulut kering. Meskipun tidak ada cukup penelitian yang mampu membuktikannya, namun kami menyarankan agar Anda berhati-hati dalam mengonsumsinya dan jika gangguan mulut kering ini muncul segera konsultasikan ke dokter.

7. Kemungkinan Bisa Menyebabkan Disfungsi Ereksi

Hasil penelitian para ahli dari Universitas Ruhuna, Srilanka, menyatakan bahwa ekstrak akar ashwagandha dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan menurunkan kinerja seksual laki-laki. Meskipun ramuan itu sering direferensikan sebagai afrodisiak tapi untuk beberapa kasus tertentu tetap harus dipertimbangkan kembali agar tidak menimbulkan efek samping yang membayakan tubuh.

8. Kemungkinan Dapat Menyebabkan Kerusakan Hati

Beberapa sumber mengatakan bahwa kelebihan penggunaan ashwagandha dapat menyebabkan kerusakan hati. Meski demikian, pernyataan ini masih tetap membutuhkan kajian medis serta penelitian lebih dalam lagi.

9. Kemungkinan Bisa Menyebabkan Demam

Efek samping ashwagandha bisa sebabkan suhu tubuh meninggi.
Efek samping ashwagandha bisa sebabkan suhu tubuh meninggi.

Penggunaan ashwagandha dapat meningkatkan suhu tubuh dan menyebabkan demam dalam jangka waktu seminggu hingga dua minggu pasca mengonsumsinya. Suhu tubuh yang tinggi ini biasanya akan kembali normal dalam beberapa hari. Tapi jika tidak juga turun, segera konsultasikan dengan dokter.

10. Berbahaya untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Ashwagandha tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena ramuan ini dapat membahayakan kondisi janin di dalam perut. Menurut laporan oleh Sloan-Kettering Memorial Cancer Centre, ashwagandha bisa mendorong terjadinya aborsi atau pengguguran kandungan. Selain itu, demi kesehatan ibu dan anak, ibu yang tengah menyusui juga tidak disarankan mengonsumsi ashwagandha.

11. Kemungkinan Bisa Memperburuk Kondisi Hipertiroid

Ashwagandha berkhasiat mampu meningkatkan konsentrasi hormon tiroid (kelenjar gondok) dan tentunya ramuan ini sangat tidak dianjurkan untuk para penderita hipertiroid. Dan walaupun dapat meningkatkan konsentrasi hormon tiroid, orang-orang yang didiagnosis hipotiroid (tiroid yang kurang aktif) tetap harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil keputusan untuk mengonsumsi ashwagandha agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan kesehatan tubuh.

12. Kemungkinan Bisa Memperburuk Penyakit Autoimun

Ekstrak ashwagandha dianggap mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun hal ini bisa menjadi masalah bagi individu yang didiagnosis dengan gangguan autoimun (penyakit yang disebabkan oleh sistem imun atau kekebalan tubuh si penderita itu sendiri) seperti rheumatoid arthritis, lupus dan multiple sclerosis. Alasannya karena obat-obatan yang diasup para penderita penyakit autoimun biasanya berkhasiat untuk menurunkan sistem kekebalan tubuh mereka. Bila para penderita penyakit autoimun mengonsumsi ashwagandha yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh justru takkan efektif menyembuhkan penyakit tapi justru malah akan membawa kerugian besar terhadap kesehatan mereka.

Nah, itulah 12 efek samping ramuan ashwagandha. Jika Anda ingin mengonsumsi tanaman herbal penuh khasiat ini tetap perhatikan efek samping yang bisa ditimbulkan sebagai upaya pencegahan terhadap hal-hal yang membahayakan tubuh. Akan lebih baik bila sebelum mengonsumsinya, Anda mengonsultasikannya terlebih dahulu pada dokter pribadi Anda.

Hal Lain yang Perlu Diwaspadai

Perhatikan dosis saat ingin mengonsumsi ashwagandha.
Perhatikan dosis saat ingin mengonsumsi ashwagandha.

Sekali lagi kami tegaskan, perhatikan dosis saat mengonsumsi ashwagandha! Ikuti dosis sesuai anjuran untuk mencegah efek yang merugikan. Berikut beberapa hal lain yang tak kalah pentingnya seputar pengonsumsian ashwagandha untuk Anda ketahui:

  • Ekstrak akar ashwagandha harus dikonsumsi hanya sebagai suplemen sebagaimana kandungan non-racunnya yang bisa dibandingkan dengan Withaferin A (molekul antikanker).
  • Dianjurkan untuk mengonsumsi ashwagandha dengan makanan (pada saat pagi hari atau kala sarapan) dengan segelas penuh air putih.
  • Karena ashwagandha bisa meningkatkan efek obat atau sistem pengobatan tertentu maka penting untuk meninjau obat-obatan atau pengobatan yang tengah Anda jalani sebelum mengonsumsinya.
  • Mereka yang mengalami diare atau sakit perut setelah mengonsumsi ashwagandha, disarankan untuk meminum ramuan herbal ini dalam bentuk kapsul bersamaan dengan makanan.

Kesimpulan

Mengingat ramuan tradisional ini telah dimanfaatkan sebagai obat sejak beribu-ribu tahun lalu maka tidak ada keraguan bahwa ashwagandha merupakan herbal yang sangat sehat dan menyimpan khasiat ampuh bagi kesehatan. Bahkan dalam kasus tertentu, seseorang yang memilih ashwagandha sebagai obat terlihat lebih baik kondisinya hanya dalam jangka waktu dua minggu pasca pengonsumsian.

Meski demikian, efek samping ashwagandha juga harus diingat. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya terutama jika Anda memiliki riwayat medis tertentu yang menimbulkan kontra dengan pengobatan ashwagandha.