BRAT adalah singkatan dari makanan yang termasuk dalam diet. Yaitu pisang (Banana), nasi (Rice), saus apel (Applesauce), dan roti panggang (Toast). Ini juga disebut diet hambar dan disarankan untuk individu dengan diare akut dan / atau muntah.

Meskipun diet ini sudah ada sejak lama, ada banyak pertanyaan seputar diet inni. Pada artikel ini, kami akan membahasnya.

Tentang Diet BRAT

Diet BRAT terdiri dari makanan yang mudah dicerna dan rendah lemak dan serat. Makanan mentah tidak dianjurkan. Diet ini memiliki rasa yang ringan dan kurang asam, sehingga memungkinkan lebih sedikit buang air besar.

Diet ini rendah nilai gizinya. Oleh karena itu, disarankan untuk mengikutinya selama dua hingga tiga hari dan kemudian kembali ke diet seimbang yang teratur.

Selain makanan dalam menu diet, Anda juga bisa mengonsumsi produk susu rendah lemak, puding, jus buah, sayur rebus, telur, dan daging tanpa lemak. Lebih banyak pilihan makanan dapat ditambahkan pada hari kedua dan ketiga dari diet BRAT.

Salah satu perhatian utama dari diet ini adalah apakah aman untuk anak-anak atau tidak. Mari kita cari tahu di bagian berikut.

Apakah Diet BRAT Aman untuk Anak-Anak?

Apakah Diet BRAT Aman untuk Anak-Anak?
Apakah Diet BRAT Aman untuk Anak-Anak?

Meskipun diet ini pernah direkomendasikan untuk anak-anak dengan diare akut, para ahli sekarang menyarankan agar tidak digunakan untuk waktu yang lebih lama karena diet ini kekurangan lemak dan beberapa zat gizi mikro lainnya.

Pemberian makan yang benar pada anak-anak dengan makanan yang sesuai dengan usianya harus dilanjutkan. Ini harus menjadi standar perawatan gizi selama diare akut pada anak.

Sekarang mari kita pahami cara kerja diet ini.

Bagaimana Cara Kerja Diet BRAT?

Diet ini terdiri dari makanan tinggi karbohidrat bertepung dan rendah serat makanan. Makanan ini membuat feses mengeras. Mereka juga rendah lemak dan protein sehingga tidak mengganggu perut. Karena tidak pedas, mereka juga tidak menyebabkan mual.

Dengan cara ini, pola makan dengan diet BRAT dapat membantu mengatasi diare baik pada balita maupun orang dewasa.

Diet BRAT untuk Balita

Diet BRAT untuk Balita
Diet BRAT untuk Balita

Anak-anak dengan diare dan / atau muntah harus diberikan oralit pada awalnya. Jika anak sedang disusui, lanjutkan melakukannya. Anda juga bisa memperkenalkan susu formula jika anak dapat mentolerirnya.

Setelah memberikan makanan cair, tunggu dan perhatikan gejalanya. Anda kemudian bisa memperkenalkan diet BRAT. Makanannya lembut, berbumbu ringan, rendah serat, dan mudah dicerna. Ini mengurangi iritasi pada saluran pencernaan.

Diet ini hanya dapat diberikan kepada anak-anak untuk sementara waktu karena tidak dapat menggantikan pilihan makanan sehat lainnya. Makanan biasa harus dilanjutkan setelah dua hingga tiga hari. Pola makanan berikut dapat membantu:

  • Air kelapa / susu formula (jika anak dapat mentolerir)
  • Roti panggang kering / kentang tumbuk atau ubi jalar
  • Pisang tumbuk / sayuran matang
  • Nasi dengan lentil rebus
  • Kaldu / sup bening

Diet BRAT untuk Orang Dewasa

Diet BRAT untuk Orang Dewasa
Diet BRAT untuk Orang Dewasa

Jika sudah muntah, istirahat sebentar, dan jangan konsumsi apapun selama beberapa waktu. Setelah Anda merasa dapat mentolerir sedikit cairan, minumlah air biasa, air kelapa, jus apel, dan kaldu. Mulailah dengan jumlah yang lebih rendah dan secara bertahap tingkatkan asupan Anda.

Beberapa jam setelah Anda bisa mentolerir cairan, Anda bisa makan beberapa makanan hambar seperti pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang kering.

Setelah 24 hingga 48 jam, Anda dapat melanjutkan diet biasa (dengan makanan yang mudah dicerna). Hindari makanan pedas dan gorengan agar perut Anda tidak teriritasi lagi.

Pola makanan berikut dapat membantu:

Beberapa jam pertama – Setelah Anda merasa perut Anda sudah tenang, minumlah air putih atau minuman elektrolit.

  • 24 jam pertama – Konsumsi cairan bening seperti air kelapa, jus buah, dan kaldu. Jika gejala muntah / diare tidak kambuh, Anda bisa terus minum sesuatu setiap dua jam.
  • Hari ke-2 – Anda dapat mengonsumsi makanan dari diet ini – termasuk pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang kering.
  • Hari ke-3 – Anda bisa kembali ke pola makan biasa. Tambahkan buah-buahan dan sayuran ke dalam makanan Anda untuk nutrisi.

Kami telah membahas makanan yang dapat Anda masukkan ke dalam diet ini. Ada juga daftar makanan yang harus Anda hindari.

Makanan Yang Harus Dihindari pada Diet BRAT

Makanan Yang Harus Dihindari Pada Diet BRAT
Makanan Yang Harus Dihindari Pada Diet BRAT

Di bawah ini adalah makanan yang harus dihindari dalam diet BRAT:

  • Makanan pedas dan bercita rasa tinggi, termasuk bawang bombay, bawang putih, saus pedas, dan bumbu.
  • Makanan yang digoreng dan berlemak, termasuk daging (karena tidak dapat dicerna dalam kondisi ini).
  • Produk susu seperti susu, keju, dan lain sebagainya. (Anda dapat memberikan susu formula kepada anak-anak jika mereka dapat mentolerirnya).
  • Makanan manis seperti kue, donat, permen, minuman dingin, dan es krim.

Kesimpulan

Jika Anda baru-baru ini mengalami sakit perut atau diare, dokter Anda mungkin menyarankan agar Anda membatasi diet Anda pada makanan hambar yang tidak akan mengiritasi perut Anda. Diet BRAT aman untuk diikuti hanya selama dua sampai tiga hari sampai pencernaan Anda membaik, karena rendah serat makanan dan tidak memberikan nutrisi yang tepat.