Tentu kita tidak asing dengan biskuit gandum. Banyak orang percaya bahwa biskuit ini aman bagi pencernaan (digestive biscuit). Beberapa tahun terakhir berbagai merk makanan olahan memproduksi biskuit gandum dengan bermacam-macam kreasi.

Akan tetapi banyak yang terkecoh dengan kelezatannya. Biskuit yang diyakini memiliki manfaat kesehatan ini, juga memiliki kelemahan yang dapat membahayakan kondisi tubuh. Jika tidak hati-hati, bukannya tidak mungkin risiko kesehatan dapat mengganggu kondisi tubuh Anda.

Meski begitu, biskuit gandum juga terbuat dari bahan-bahan alami yang juga bermanfaat bagi tubuh. Dan pada artikel kami hari ini, kami mengajak Anda untuk menyimk berbagai fakta tentang biskuit gandum yang makin banyak terjual di pasaran.

Ramah Pencernaan

Biskuit Ramah Pencernaan
Biskuit Gandum Ramah Pencernaan?

Jangan menilai sesuatu hanya dari namanya. Hal ini ternyata berlaku juga untuk biskuit gandum ini. Penggunaan kata ramah pencernaan (digestive) menimbulkan anggapan bahwa biskuit ini membantu menyehatkan dan melancarkan pencernaan. Sebutan ‘ramah pencernaan’ muncul pada abad ke 19 untuk menyebut jenis roti yang mengandung baking soda, dan bentuknya menjadi roti coklat kasar. Biskuit gandum disebut sebagai biskuit ramah pencernaan karena banyak mengandung tepung gandum murni, yang mengandung serat. Serat inilah yang akan membantu melancarkan pencernaan.

Jenis biskuit ini dibuat secara massal dan mengandung tepung gandum, pengembang semacam sodium bikarbonat, amonium bikarbonat, minyak sayur, susu bubuk, gula dan tentu saja baking soda. Baking soda sama sekali tidak membantu pencernaan karena panas saat memanggang mengurangi kandungannya. Panas ini juga cenderung mengurangi serat dari tepung gandum. Jadi jika anda selama ini berharap biskuit ini dapat melancarkan sistem pencernaan, sesungguhnya biskuit ini tidak terlalu berperan.

Hati-hati jika sedang diet

Kandungan Nutrisi
Biskuit ramah pencernaan mengandung kalori dan gula yang tinggi

Berapa banyak biskuit yang anda habiskan sembari minum teh? Dua? Demi alasan kesehatan, sebaiknya anda tidak mengonsumsi biskuit ini dalam jumlah banyak Karena dua keping biskuit gandum mengandung 150 kalori, 20 gram karbohidrat, berarti untuk setiap kepingnya mengandung 70 kalori. Jika anda dalam program diet biskuit tentu tidak direkomendasikan. Mengapa?

1. Kandungan gula dalam biskuit gandum sangat tinggi. Beberapa ahli nutrisi memasukkan biskuit ini ke bagian makanan semi-manis.
2. Biskuit yang ramah pencernaan ini mengandung lemak tak sehat, juga kalori yang tinggi. Walaupun mengandung protein dan sodium namun jumlahnya sangat kecil dan tidak mencukupi kebutuhan manusia per hari.
3. Orang dengan tekanan darah tinggi sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi biskuit ini.
4. Biskuit ini juga tidak memiliki tambahan vitamin atau mineral. Kandungan susu rendah lemak dalam biskuit tidak mengandung kalsium membuatnya ‘miskin’ kandungan nutrisi.
5. Biskuit gandum mengandung 10% lemak saturasi dari minyak sayur yang tidak menyehatkan bagi tubuh.

Perhatikan kemasan

Berbagai Varian Rasa Biskuit Ramah Pencernaan
Berbagai Varian Rasa Biskuit Ramah Pencernaan

Kita tahu bahwa biskuit gandum ramah pencernaan dan mengandung gula yang sangat banyak. Namun ada varian biskuit gandum yang rendah lemak dan mungkin lebih menyehatkan tubuh.

Biskuit yang rendah lemak itu banyak di jual di pasaran, masing-masing produk tentunya mencantumkan kadar lemaknya dengan versi mereka. Akan tetapi ada hal yang perlu diwaspadai, meski biskuit gandum rendah kalori bukan berarti kandungan gulanya hilang begitu saja. Beberapa merk bahkan masih mencampurkan komposisi gula yang tinggi meski meminimalisir penggunaan minyak nabati. Kuncinya, Anda harus selektif ketika membeli biskuit dengan memperhatikan kandungan gizi pada setiap kemasannya.

Diet dan diabetes

Pada dasarnya gandum utuh bermanfaat untuk kesehatan, terutama kesehatan jantung. Biji gandum utuh juga membantu penderita diabetes menjaga berat badan supaya tetap stabil. Maka pilihlah biskuit dengan kandungan gandum utuh di dalamnya. Kedua tentang serat. Serat dalam biskuit ramah pencernaan membantu mengendalikan rasa lapar dan mengatasi konstipasi.

Berdasarkan uraian di atas, mengkonsumsi biskuit gandum adalah salah satu cara yang aman untuk mengendalikan rasa lapar. Hal yang perlu kita pahami adalah biskuit ini tidak memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa seperti yang selama ini kita sangka.