Aprikot (Prunus armeniaca) adalah termasuk anggota keluarga  Rosaceae yang paling populer dibudidayakan di Turki dan India.

Biji aprikot biasanya diolah untuk mendapatkan ekstrak minyaknya. Minyak aprikot biasa digunakan dalam parfum, sampo, dan obat-obatan.

Biji aprikot adalah termasuk biji bijian yang banyak mengandung asam lemak dan protein. Biji aprikot juga diyakini dapat mengurangi risiko kanker, namun saat ini penelitian di bidang ini belum dapat disimpulkan kebenarannya.

Faktanya, karena adanya senyawa seperti amygdalin dan laetrile, sehingga biji aprikot dapat bersifat sebagai racun. Penggunaan biji aprikot untuk terapi kanker masih kontroversial karena kurangnya bukti ilmiah dan uji klinis pada yang dilakukan pada manusia.

Mari kita lihat kandungan nutrisi, dosis yang dianjurkan, dan studi ilmiah tentang pengaruh biji aprikot pada sel kanker.

Nutrisi Apa yang Dikandung Biji Aprikot?

Nutrisi Apa yang Dikandung Biji Aprikot?
Nutrisi Apa yang Dikandung Biji Aprikot?
  • Biji aprikot banyak mengandung minyak, dimana 50% dari total kandungannya adalah minyak. Biji aprikot ini juga mengandung asam lemak tak jenuh yang sehat seperti asam linoleat, linolenat, dan oleat.
  • Sekitar 25% dari biji aprikot adalah protein, yang didominasi oleh  albumin.
  • Kandungan serat total biji aprikot hanya 5%.
  • Biji aprikot mengandung amygdalin (vitamin B17) dengan konsentrasi tertinggi. amygdalin dianggap sebagai salah satu enzim paling penting yang ditemukan di kernel aprikot.

Ada banyak perdebatan seputar konsumsi biji aprikot. Dan hal tersebut diyakini itu bisa berakibat fatal untuk tubuh anda. Simak fakta-faktanya di bawah ini.

Akankah Makan Biji Aprikot Bisa Membuat Keracunan?

Akankah Makan Biji Aprikot Membunuh Anda?
Akankah Makan Biji Aprikot Membunuh Anda?

Konsumsi kernel aprikot kronis dilaporkan dapat menyebabkan toksisitas sianida. Biji aprikot mengandung berbagai racun seperti sianida, amigdalin (a sianogen), dan β-glukosidase (katalis enzim).

Mengkonsumsi biji menghidrolisis amigdalin dan β-glukosidase, dapat meningkatkan toksisitas biji aprikot. Beberapa kasus keracunan sianida yang disebabkan oleh konsumsi biji aprikot telah dilaporkan.

Annals of Tropical Paediatrics juga menerbitkan studi diagnostik retrospektif tentang keracunan sianida yang disebabkan oleh makan biji aprikot pada 13 anak.

Meskipun gejalanya mungkin tidak segera muncul, efek toksik seperti mual, sakit kepala, lesu, insomnia, penurunan tekanan darah, dan nyeri pada otot dan persendian telah banyak dilaporkan.

Beberapa kasus kematian, terutama pada anak-anak, juga telah dilaporkan. FDA telah menganggapnya tidak aman untuk mengkonsumsi biji aprikot baik sebagai makanan maupun obat.

Bisakah Biji Aprikot Membantu Mengobati Kanker?

Bisakah Biji Aprikot Membantu Mengobati Kanker?
Bisakah Biji Aprikot Membantu Mengobati Kanker?

Laetrile atau vitamin B17 adalah bentuk sintetis dari amygdalin. amygdalin adalah glikosida sianogenik yang ada dalam biji aprikot. Laetrile telah digunakan untuk mengobati kanker sebagai pengobatan alternatif.

Dalam penelitian in vitro yang diterbitkan dalam Food Science and Biotechnology, dilaporkan bahwa ekstrak aprikot manis dan biji almond pahit memiliki sifat antioksidan, antimikroba, dan antitumor. Disebutkan juga bahwa ekstrak aprikot dapat mencegah pertumbuhan sel kanker payudara, usus besar, dan hepatoseluler (hati) manusia.

Pada penelitian in vitro juga telah melaporkan ada kemungkinan menggunakan kernel aprikot sebagai bagian dari terapi antikanker makanan. Hal itu dikarenakan kandungan Amygdalin yang ada dalam biji aprikot dapat menekan perkembangan kanker pada sel kanker usus besar HT-29.

Amygdalin dilaporkan juga dapat menginduksi apoptosis (kematian sel) pada sel kanker dengan cara menghambat siklus sel. Para ilmuwan mengklaim bahwa itu adalah “kepercayaan yang salah” untuk meyakini amygdalin dapat menyebabkan toksisitas sianida. Namun, uji klinis masih diperlukan untuk membuktikan efek tersebut pada manusia.

Tinjauan sistematis terhadap 36 studi menemukan bahwa data yang tersedia tentang manfaat potensial laetrile (ditemukan dalam biji aprikot) untuk pengobatan kanker masih belum meyakinkan.

Beberapa artikel review penelitian telah mengklaim efek antikanker dari amygdalin atau laetrile adalah hal bohong karena kurangnya data klinis yang valid.

Karena sebagian besar informasi yang tersedia tentang efek antikanker dari biji aprikot bersifat anekdot, tingkat keberhasilan terapi ini belum dilaporkan ke domain publik.

Klaim penelitian campuran dan laporan toksisitas dari biji aprikot menjadikannya pengobatannya masih yang kurang ideal untuk kanker. Bahkan National Cancer Institute (NCI) tidak menyetujui biji aprikot sebgai obat kanker.

Meskipun ada laporan beragam tentang toksisitas sianida pada biji aprikot, Anda dapat mengkonsumsinya dalam jumlah kecil. Cari tahu caranya di bagian selanjutnya.

Bagaimana Cara Makan Biji Aprikot?

Lubang yang ada pada tengah buah aprikot biasanya berisi biji atau kernel. Buang biji aprikot dari buahnya. Gunakan pemecah kacang untuk membukanya dan ambil bijinya. Buang cangkangnya dan makan bijinya. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami efek samping, seperti mual atau pusing.

Berapa Banyak Biji Aprikot yang Harus Anda Makan dalam Sehari?

Berapa Banyak Biji Aprikot yang Harus Anda Makan Dalam Sehari?
Berapa Banyak Biji Aprikot yang Harus Anda Makan Dalam Sehari?

Tidak ada dosis anjuran yang akurat karena bergantung pada banyak faktor, seperti usia, berat badan, dan kesehatan orang yang mengonsumsi biji aprikot.

Namun, Otoritas Keamanan Pangan Eropa telah melaporkan bahwa orang dewasa tidak boleh mengonsumsi lebih dari 3 biji aprikot mentah kecil atau setengah dari satu biji besar, dan balita harus menghindarinya sepenuhnya. Kehadiran sianida dalam biji aprikot bisa berakibat fatal bagi anak-anak karena toksisitas sianida bergantung pada berat badan.

Biji aprikot memiliki beberapa nutrisi dan telah digunakan sebagai obat alternatif untuk kanker.

Biji aprikot mengandung amygdalin yang memiliki beberapa sifat antikanker dalam beberapa penelitian in vitro. Namun, ia juga melepaskan sianida setelah dikonsumsi.

Kasus konsumsi biji aprikot yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan sianida juga telah banyak dilaporkan. Timbulnya gejala keracunan ini tergantung pada berbagai faktor, seperti berat badan dan usia.

Beberapa gejala mengkonsumsi biji aprikot antara lain sakit kepala, pusing, mual, muntah, serta peningkatan detak jantung dan pernapasan.

Mekanisme yang mendasari amygdalin dalam menghambat sel kanker masih kontroversial. Beberapa penelitian yang telah dilakukan tidak cukup substansial untuk membuktikan bahwa biji aprikot dapat mengobati kanker, terutama mengingat risikonya.