Kamu sering bersin-bersin, batuk-batuk, dan demam tinggi? Ada kemungkinan besar kamu telah terkena pneumonia. Infeksi ini tidak hanya menular tetapi juga memiliki konsekuensi yang mengancam jiwa. Jika kamu memiliki anak atau orang yang lebih tua di rumah, kamu harus lebih berhati-hati. Tapi jangan takut, kami telah membuat daftar beberapa pengobatan rumahan yang akan membantumu mengobati pneumonia pada tahap awal. Baca terus ya untuk mengetahui lebih lanjut.

Daftar Isi:

  • Apa itu Pneumonia?
  • Jenis Pneumonia
  • Penyebab Pneumonia
  • Tanda dan Gejala Pneumonia
  • 20 Obat Rumahan Terbaik untuk Mengobati Pneumonia
  • Tips Mencegah Pneumonia
  • Faktor Risiko untuk Pneumonia

Apa itu Pneumonia?

Pneumonia adalah infeksi mikroba yang dapat menyerang satu atau kedua paru-paru. Kondisi infeksi ini berpotensi memberikan rasa sakit karena menyebabkan radang paru-paru yang dipenuhi cairan atau dahak. Individu yang sedang terserang flu lebih mungkin terkena pneumonia karena kondisi paru-paru mereka sedang dalam keadaan yang lemah.

Pneumonia diklasifikasikan ke dalam berbagai jenis berdasarkan kuman yang menyebabkannya, di mana lokasi ia didapatkan, dan bagaimana mendapatkannya.

Jenis Pneumonia:

1. Berdasarkan Kuman

  • Bakteri Pneumonia: Bakteri tertentu seperti Streptococcus pneumoniae, Chlamydophila pneumoniae, dan Legionella pneumophila menyebabkan penumonia.
  • Virus Pneumonia: Virus adalah penyebab lain pneumonia. Namun, virus radang paru-paru tidak seserius bakteri pneumonia. Virus Influenza A dan B adalah penyebab utama pneumonia pada orang dewasa, dan penyebab utama virus pneumonia pada bayi adalah Virus Respiratory Syncytial (RSV).
  • Mycoplasma Pneumonia: Mycoplasma pneumonia disebabkan oleh genus bakteri yang disebut Mycoplasma pneumoniae. Spesies bakteri ini tidak memiliki dinding sel, oleh karena itu ia kebal terhadap kebanyakan antibiotik yang dijual bebas.
  • Jamur Pneumonia: Pneumonia jenis ini terutama disebabkan oleh jamur yang ada di tanah atau kotoran burung. Pneumonia jamur mudah mempengaruhi mereka yang memiliki penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

2. Berdasarkan Tempat Diakuisisi (Lokasi)

  • Hospital-Acquired Pneumonia: Jika kamu mendapatkan penyakit pneumonia selama tinggal di rumah sakit, ini disebut sebagai Hospital-Acquired Pneumonia atau pneumonia yang didapat di rumah sakit.
  • Pneumonia yang Diakibatkan Masyarakat: Jenis pneumonia ini biasanya diperoleh di tempat umum dan tidak di rumah sakit atau di tempat kerja.

3. Berdasarkan Bagaimana Pneumonia Diakuisisi

  • Pneumonia Aspirasi: Jika kamu mengalami pneumonia dari bakteri yang berasal dari makanan, minuman atau air liur, ini disebut pneumonia aspirasi. Tipe ini biasanya terjadi ketika individu yang terinfeksi mengalami kesulitan dalam menelan.
  • Ventilator-Associated Pneumonia: Individu yang menggunakan ventilator juga dapat mengembangkan pneumonia.

Nah, itu tadi jenis-jenis radang paru-paru atau pneumonia, dengan mengetahui jenisnya terlebih dahulu, akan lebih mudah untuk mengenali penyebabnya.

Penyebab Pneumonia:

Pneumonia sering disebabkan oleh mikroba seperti bakteri, virus, dan jamur. Jika kamu menghirup mikroba ini melalui udara, makanan, atau air, kemungkinan besar kamu akan menhidap pneumonia. Dan akan lebih buruk jika kamu sedang dalam kondisi tidak vit seperti sedang flu, demam, atau kondisi medis lainnya seperti asma atau diabetes, kemungkinan untuk terkena pneumonia jauh lebih tinggi.

Tanda dan Gejala Pneumonia:

Gejala paling umum yang menyertai pneumonia adalah sebagai berikut:

  • Serangan batuk yang menghasilkan dahak
  • Kesulitan dalam bernafas
  • Nyeri dada yang memburuk saat batuk
  • Demam dan kedinginan

Beberapa gejala pneumonia dapat bervariasi tergantung penyebabnya. Ini termasuk:

  • Viral pneumonia menunjukkan gejala mirip flu yang diikuti oleh demam tinggi.
  • Bakteri pneumonia menyebabkan demam tinggi dan bibir serta kuku yang kebiruan.

Tanda-tanda pneumonia juga bervariasi pada bayi dan orang dewasa dan adalah sebagai berikut:

  • Anak-anak di bawah usia 5 tahun biasanya napasnya menjadi lebih cepat
  • Bayi muntah-muntah dan menjadi sangat lemah
  • Mungkin ada penurunan suhu tubuh orang tua yang terkena pneumonia

Pneumonia dapat terbukti mematikan, terutama untuk anak-anak dan lanjut usia. Oleh karena itu, perlu untuk mengobatinya segera setelah memperhatikan gejalanya. Di bawah ini adalah beberapa pengobatan rumahan terbaik yang dapat kamu gunakan untuk mengobati pneumonia tahap awal.

20 Pengobatan Rumahan Efektif untuk Mengobati Pneumonia:

1. Cuka Sari Apel

1. Apple Cider Vinegar
Cuka Sari Apel untuk Mengobati Pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 1 sendok makan cuka sari apel
  • 1 sendok teh madu
  • 1/2 gelas air hangat

Langkah-langkah:

  1. Tambahkan cuka sari apel ke air hangat.
  2. Tambahkan setengah sendok teh madu dan aduk rata.
  3. Konsumsi.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Lakukan ini sekali sehari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Cuka sari apel menunjukkan sifat anti-inflamasi, antibakteri, antiviral, dan antijamur yang dapat membantu memerangi bakteri dan virus yang menyebabkan pneumonia (1), (2).

2. Bawang putih

2. Garlic
Bawang putih untuk mengobati pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

3-4 siung bawang putih

Langkah-langkah:

  1. Kamu bisa mengunyah siung bawang putih atau menambahkannya ke makanan.
  2. Kamu juga dapat menghancurkan siung bawang putih dan membalurkannya ke bagian dada.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Lakukan ini sekali sehari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Bawang putih adalah salah satu perawatan alami terbaik untuk pneumonia karena mengandung senyawa yang disebut allicin yang menunjukkan sifat antibakteri dan antijamur guna melawan infeksi (3), (4). Ini juga bertindak sebagai ekspektoran dan membersihkan dahak dari paru-paru dan tenggorokan.

3. Vitamin C

3. Vitamin C
Vitamin C untuk mengobati pneumonia

Kekurangan vitamin C dapat meningkatkan kemungkinan terkena pneumonia (5). Vitamin C (asam askorbat) dikenal karena sifat antioksidannya, dan juga meningkatkan sifat antibakteri dari zat lain (6), (7). Sifat-sifat ini membuatnya berguna dalam menangani pneumonia dan gejalanya.

Kamu bisa meningkatkan asupan vitamin C baik melalui diet atau suplemen harianmu. Makanan seperti buah jeruk, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin C. Namun, jika kamu berencana untuk mengonsumsi suplemen tambahan vitamin C, disarankan agar berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

4. Minyak Esensial

a. Minyak Peppermint

1. Peppermint Oil
Minyak esensial untuk mengobati Pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 2-3 tetes minyak peppermint
  • 1 sendok teh minyak tambahan (minyak zaitun atau almond)

Langkah-langkah:

  1. Campurkan beberapa tetes minyak peppermint dengan minyak tambahan pilihanmu.
  2. Oleskan campuran ini ke dada dan punggung.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Lakukan ini sehari sekali.

Mengapa Ini Berfungsi?

Minyak peppermint memiliki sifat antimikroba dan analgesik, yang dapat membantu memerangi pneumonia (8). Ini juga merupakan ekspektoran alami dan dapat membantu dalam mengurangi susahnya bernapas yang sering menyertai infeksi.

b. Minyak Eucalyptus

2. Eucalyptus Oil
Minyak Eucalyptus untuk Mengobati Pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 4-5 tetes minyak kayu putih
  • Semangkuk air panas

Langkah-langkah:

  1. Tambahkan beberapa tetes minyak eucalyptus ke semangkuk air panas.
  2. Tutupi kepalamu dengan selimut dan membungkuk di atas mangkuk.
  3. Hirup uap dengan kuat.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Lakukan ini sekali sehari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Minyak eucalyptus memiliki sifat anti-inflamasi, analgesik, antibakteri, dan dekongestan, yang semuanya dapat membantu dalam pengobatan pneumonia (9), (10).

5. Kunyit

5. Turmeric
Kunyit untuk mengobati pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 1 sendok teh bubuk kunyit
  • 1 gelas susu panas

Langkah-langkah:

  1. Campur bubuk kunyit dalam segelas susu panas.
  2. Aduk rata dan konsumsi setiap hari.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Lakukan setidaknya sekali sehari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang menunjukkan sifat anti-inflamasi dan antimikroba, yang dapat efektif melawan bakteri penyebab pneumonia (11), (12). Kunyit juga bertindak sebagai mukolitik, yang berarti membantu untuk mengusir lendir dan penyakit selesema dari saluran bronkus, sehingga akan membantu melegakan pernapasan.

6. Jahe

6. Ginger
Jahe untuk mengobati pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • Jahe 1-2 inci
  • 1 cangkir air panas
  • Madu (opsional)

Langkah-langkah:

  1. Tambahkan jahe ke secangkir air panas, diamkan selama 5 hingga 10 menit.
  2. Saring dan tambahkan madu secukupnya.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Minum ini 2-3 kali sehari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Jahe adalah ramuan lain yang dapat membantu mengobati pneumonia secara alami. Dengan sifat anti-inflamasi dan antibakteri, jahe mampu melawan mikroba infeksi yang menyebabkan pneumonia (13), (14).

7. Jus Sayuran

7. Vegetable Juices
Jus sayuran untuk mengobati pneumonia

Banyak jus sayuran yang mampu meningkatkan kekebalan dan mempercepat pemulihan dari infeksi menular ini. Jus yang diekstrak dari mentimun, bayam, wortel, dan akar bit tidak hanya meningkatkan kesehatanmu secara keseluruhan tetapi juga memerangi bakteri dan virus yang menyebabkan pneumonia (15).

8. Vicks VapoRub

8. Vicks VapoRub
Vicks VapoRub untuk mengobati pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

Vicks VapoRub

Langkah-langkah:

Gosokkan Vicks VapoRub pada dada dan punggung sebelum tidur.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Lakukan ini sekali sehari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Vicks VapoRub mengandung kapur barus, mentol, dan eukaliptus, semuanya efektif dalam mengobati pneumonia. Studi juga telah membuktikan bahwa Vicks VapoRub menunjukkan sifat dekongestan, yang dapat membantu meredakan gejala kesulitan bernapas yang sering muncul dengan pneumonia (16).

9. Jus Parsnip

9. Parsnip Juice
Jus parsnip untuk mengobati pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

1/2 cangkir jus parsnip

Langkah-langkah:

Konsumsilah sekitar setengah cangkir jus parsnip.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Lakukan ini sekali sehari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Parsnip memiliki kandungan vitamin yang tinggi, yang membantu meningkatkan kekebalan terhadap semua penyakit secara umum. Kandungan vitamin C dari parsnip membuatnya efektif terhadap berbagai penyakit pernapasan, termasuk pneumonia (17).

10. Daun Tulsi

10. Holy Basil
Daun tulsi untuk menyembuhkan pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

3-4 daun tulsi

Langkah-langkah:

Kunyah beberapa daun tulsi.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Lakukan ini 2-3 kali setiap hari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Tulsi menunjukkan sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu tubuhmu melawan pneumonia (18).

11. Wortel

11. Carrots
Wortel

Bahan yang Dibutuhkan:

1 cangkir wortel cincang

Langkah-langkah:

Konsumsi wortel yang telah dicincang.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Lakukan ini 1-2 kali setiap hari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Wortel adalah sumber serat, vitamin, dan mineral yang kaya. Mereka menunjukkan sifat antioksidan dan antimikroba yang dapat memerangi mikroba penyebab pneumonia (19), (20). Vitamin A dan C dalam wortel meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mempercepat pemulihan setelah sakit.

12. Biji Fenugreek

12. Fenugreek Seeds
Biji fenugreek untuk mengobati pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 1 sendok teh biji fenugreek
  • 1 cangkir air panas
  • Madu (opsional)

Langkah-langkah:

  1. Rendam biji fenugreek dalam air panas selama 10 menit.
  2. Saring dan tambahkan madu untuk rasa.
  3. Konsumsi teh fenugreek sebelum menjadi dingin.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Minum teh ini 2 hingga 3 kali sehari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Biji fenugreek adalah agen terapeutik yang potensial untuk mengobati berbagai penyakit (21). Mereka menunjukkan sifat anti-inflamasi yang kuat yang dapat membantu meredakan peradangan dan gejala lain pneumonia (22).

13. Biji Wijen

13. Sesame Seeds
Biji Wijen untuk mengobati pneumonia

 

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 1 sendok makan biji wijen
  • 1 cangkir air
  • 1 sendok teh madu
  • Sedikit garam

Langkah-langkah:

  1. Tambahkan biji wijen dan air ke dalam panci dan didihkan.
  2. Biarkan hingga mendidih selama 5 menit.
  3. Saring lalu tambahkan garam dan madu.
  4. Konsumsilah ramuan ini sebelum mendingin.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Minum larutan ini sekali sehari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Biji wijen mengandung fitoestrogen yang memiliki sifat antimikroba yang kuat dan membantu pengobatan pneumonia. Biji ini juga memiliki sifat ekspektoran yang dapat mengurangi kesulitan bernapas dan gejala lain dari infeksi (23), (24).

14. Madu

14. Honey
Madu untuk mengobati pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 1 sendok teh madu
  • 1/4 gelas air

Langkah-langkah:

  1. Campur satu sendok teh madu ke dalam air.
  2. Konsumsi setiap hari.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Lakukan ini beberapa kali setiap hari hingga gejala mereda.

Mengapa Ini Berfungsi?

Madu adalah campuran senyawa yang memberi sifat antibakteri, antijamur, dan antioksidan (25), (26). Sifat obat yang luar biasa dari madu telah dimanfaatkan sejak lama untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk batuk dan pilek, yang merupakan gejala pneumonia (27).

15. Minyak Kapur Barus

15. Camphor
Kamper untuk pengobatan pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 2-3 tetes minyak kapur barus
  • 1 sendok teh minyak pelengkap (jojoba atau minyak zaitun)

Langkah-langkah:

  1. Tambahkan sekitar tiga tetes minyak kamper ke satu sendok teh minyak pelengkap.
  2. Gosokkan campuran ini dengan lembut di dada dan punggung.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Lakukan ini setiap malam sebelum tidur.

Mengapa Ini Berfungsi?

Sifat antiseptik dan dekongestan yang kuat dari minyak kapur barus dapat membantu meringankan gejala pneumonia (28).

Peringatan

Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

16. Minyak Oregano

16. Oregano Oil
Minyak oregano untuk mengobati pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 1-2 tetes minyak oregano
  • Sebuah bola kapas

Langkah-langkah:

  1. Ambil beberapa tetes minyak oregano pada bola kapas.
  2. Letakkan di samping tempat tidurmu setiap malam sebelum tidur.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Kamu bisa melakukan ini secara rutin.

Mengapa Ini Berfungsi?

Minyak oregano memiliki sifat antibakteri, antiviral, dan antijamur yang membuatnya efektif dalam melawan pneumonia (29), (30). Minyak ini juga menunjukkan sifat dekongestan yang dapat membantu memecahkan dahak, menghilangkan batuk, dan kesulitan bernapas.

17. Teh Dandelion

17. Dandelion Tea
Teh dandelion untuk menyembuhkan pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 1-2 sendok teh herbal dandelion
  • 1 cangkir air panas
  • Madu (opsional)

Langkah-langkah:

  1. Tambahkan ramuan dandelion ke secangkir air panas.
  2.  Diamkan selama 5 hingga 10 menit.
  3. Saring dan tambahkan madu.
  4. Minum teh dandelion.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Minum 3-4 kali sehari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Akar dandelion banyak digunakan untuk manfaat kesehatan. Selain sebagai anti-inflamasi, mereka juga menunjukkan sifat antimikroba seperti bakteri, virus, dan jamur (31), (32). Ini membuat dandelion cukup membantu dalam perawatan pneumonia. Dandelion juga menunjukkan sifat dekongestan yang dapat membantu meredakan batuk dan gejala pneumonia lainnya.

18. Apel

18. Apples
Apel untuk mengobati pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 1 buah apel
  • Air (opsional)

Langkah-langkah:

  1. Makan apel untuk sarapan atau sebagai camilan.
  2. Sebagai alternatif, kamu dapat mencampur apel dengan secangkir air dan menjadikannya jus.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Konsumsi apel setiap hari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Apel kaya serat dan vitamin C yang akan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, juga membantu dalam mengobati dan mencegah pneumonia. Fitokimia dan flavonoid dalam apel memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu mengurangi peradangan di paru-paru (33), (34).

19. Dedalu

19. Willow Bark
Dedalu untuk mengobati pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • 1-2 sendok teh dedalu
  • 1 cangkir air panas
  • Madu

Langkah-langkah:

  1. Masukkan teh dedalu dalam secangkir air panas.
  2. Saring ampasnya tambahkan madu ke dalamnya.
  3. Konsumsilah sebelum menjadi dingin.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Kamu harus minum larutan ini setidaknya tiga kali setiap hari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Dedalu mengandung polifenol dan flavonoid yang memiliki sifat antiseptik dan penurun demam (35). Senyawa ini juga meningkatkan kekebalan tubuh Anda secara keseluruhan. Oleh karena itu, kulit pohon willow adalah pilihan yang bagus untuk mengobati pneumonia.

20. Menghirup Uap

20. Steam Inhalation
Menghirup uap untuk menyembuhkan pneumonia

Bahan yang Dibutuhkan:

  • Semangkuk air panas
  • Handuk

Langkah-langkah:

  • Ambil semangkuk air panas dan tekuk kepalamu di atasnya.
  • Tutupi kepala dengan handuk dan hirup uap panas.
  • Kamu juga bisa menambahkan minyak esensial seperti minyak kayu putih atau minyak peppermint ke air panas.

Seberapa Sering Harus Melakukan Ini?

Kamu bisa melakukan ini 1-2 kali sehari.

Mengapa Ini Berfungsi?

Uap panas dari air dapat membantu meredakan batuk dan hidung mampet dengan memecah lendir di paru-paru. Ini juga antimikroba dan membunuh mikroba penyebab infeksi (36).

Pneumonia, ketika dirawat pada tahap awal, dapat dengan mudah disembuhkan dengan menggunakan pengobatan rumahan di atas. Kamu juga bisa melihat beberapa tips pencegahan untuk menghindari terulangnya infeksi ini.

Tips Mencegah Pneumonia

  • Berhentilah merokok karena itu membuatmu akan lebih rentan terhadap infeksi pernapasan.
  • Cuci tanganmu, terutama sebelum dan sesudah makan.
  • Tutupi hidung dan mulut ketika batuk dan bersin untuk menghindari penyebaran infeksi.
  • Ikuti diet sehat dan cukup istirahat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Ada juga vaksinasi yang tersedia untuk pneumonia. Meskipun ini mungkin tidak mencegah pneumonia sama sekali, hal ini akan menurunkan risiko komplikasi.

Selain tips di atas, penting untuk menyadari faktor risiko pneumonia.

Faktor Risiko Pneumonia

Sekelompok orang tertentu lebih rentan terkena pneumonia dan berisiko lebih tinggi menderita komplikasi, di antaranya:

  • Bayi yang baru lahir dan anak-anak yang usianya 2 tahun atau kurang.
  • Individu di atas 65 tahun.
  • Mereka yang berada di bawah pengaruh obat-obatan atau sudah menderita penyakit apa pun berisiko lebih tinggi karena kekebalan tubuh yang melemah.
  • Perokok dan orang-orang yang menyalahgunakan obat-obatan juga memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena pneumonia.

Jika gejala yang kamu alami sudah tergolong parah atau kamu telah menderita pneumonia dalam waktu lama tanpa pengobatan, segera cari bantuan medis. Gejala-gejala awal pneumonia tidak boleh dianggap enteng, karena jika tidak ditangani, hal ini bisa mengancam jiwa. Oleh karena itu, gunakan pengobatan rumahan ini untuk mengobati pneumonia tahap awal. Jangan lupa beri komentar di bawah ini ya jika artikel ini membantumu.

Jawaban Pakar untuk Pertanyaan Pembaca

  • Bagaimana pneumonia menyebar?

Mikroba yang menyebabkan pneumonia disebarkan oleh individu yang terinfeksi melalui makanan, udara, dan air.

  • Berapa lama waktu yang diperlukan untuk pulih dari pneumonia?

Pneumonia biasanya berlangsung antara 1 hingga 3 minggu.

  • Dokter apa yang mengobati pneumonia?

Dokter umum atau spesialis kesehatan paru biasanya mengobati pneumonia.

  • Apakah pneumonia menyebabkan masalah pernapasan?

Mikroba yang menyebabkan pneumonia biasanya mempengaruhi paru-paru dan kantung udara individu. Hal ini menyebabkan radang paru-paru, disertai dengan demam dan batuk yang parah, dan kesulitan bernapas dalam beberapa kasus.

  • Apa perbedaan antara pneumonia dan bronkitis?

Pada pneumonia, paru-paru meradang dan dipenuhi cairan, sedangkan, pada bronkitis, saluran udara meradang.

  • Apakah berbahaya memiliki pneumonia selama kehamilan?

Pneumonia, dengan sendirinya, adalah penyakit yang serius dan juga dapat memiliki konsekuensi yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, bisa sangat berbahaya selama kehamilan, maka harus ditangani secepatnya.

  • Apakah pneumonia menular?

Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri atau virus, itu menular. Namun, pneumonia yang disebabkan oleh jamur tidak menular.

  • Bagaimana pneumonia didiagnosis?

Pneumonia dapat didiagnosis oleh dokter dengan bantuan pemeriksaan fisik sederhana menggunakan stetoskop. Jika paru-paru membuat suara menggelegak dan bergemuruh ketika menarik napas, itu adalah tanda bahwa pasein terinfeksi pneumonia.

  • Kelompok usia mana yang paling sering terkena pneumonia?

Pneumonia lebih sering terjadi pada bayi di bawah 1 tahun dan pada orang-orang lanjut usia